SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah mengembangkan sanitasi yang mengarah pada penerapan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
Sistem ini dinilai menjadi langkah strategis jangka panjang dalam penanganan limbah cair rumah tangga secara terpadu dan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo, mengatakan saat ini pemerintah masih menyalurkan bantuan unit sanitasi individu.
Menurutnya, arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada pengembangan sistem terpusat.
“Sekarang kami masih dalam tahap proses menuju SPALD-T. Sistem ini nantinya akan mengatur alur pembuangan air limbah dari rumah tangga menuju instalasi pengolahan,” ujarnya di Semarang, Senin, 13 Oktober 2025.
Menurut Yudi, sistem pengelolaan terpusat lebih efisien karena mampu menjangkau lebih banyak rumah sekaligus menekan potensi pencemaran lingkungan.
Secara teknis, kata dia, SPALD-T bekerja dengan menghubungkan saluran limbah rumah tangga ke jaringan perpipaan yang diteruskan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Dia menambahkan, sebanyak 31 unit bantuan sanitasi dari Kementerian PUPR telah disalurkan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).
Program tersebut bertujuan untuk menyediakan fasilitas sanitasi layak bagi wilayah padat penduduk yang belum memiliki sistem pembuangan limbah yang memadai.
Selain di Semarang Utara, lanjut Yudi, intervensi serupa juga dilakukan di beberapa kecamatan lain, seperti Genuk, Semarang Barat, dan Semarang Selatan, baik melalui dukungan pemerintah pusat maupun dana APBD Kota Semarang.
“Selain mengajukan bantuan ke pemerintah pusat, kami juga menggunakan APBD, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar,” katanya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid
































