Kudus (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mempercepat penyusunan data pendukung Laporan Kinerja Pelaksanaan Program Strategis Nasional (ProSN) Semester I Tahun 2026 dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Kudus Sam’ani Intakhoris melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, menjelaskan, Pemkab Kudus secara rutin mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional melalui pengisian berbagai indikator capaian pembangunan.
“Percepatan input data indikator kinerja yang menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat terhadap kepala daerah dan wakil kepala daerah,” kata Sekda Eko Djumartono usai rapat koordinasi di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus, Selasa (23/6).
Dijelaskan, indikator tersebut mencakup sejumlah sektor prioritas, mulai dari penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga program strategis lainnya.
Menurutnya, pelaksanaan program di lapangan sejatinya telah berjalan sesuai rencana. Namun hingga saat ini masih terdapat sejumlah OPD yang belum menuntaskan proses unggah data ke dalam sistem, sehingga capaian sementara Kabupaten Kudus baru mencapai nilai 81.
“Kalau dibandingkan dengan penilaian tahun lalu yang mencapai 86, masih ada selisih sekitar lima poin. Tapi ini masih sementara karena ada data yang belum masuk,” jelasnya.
Eko menegaskan, batas akhir pengunggahan data tahap ini jatuh pada 29 Juni 2026. Karena itu, rapat koordinasi dilakukan lebih awal agar seluruh OPD memiliki waktu yang cukup untuk melengkapi dokumen pendukung serta melakukan perbaikan data apabila diperlukan.
Ia mengingatkan, setelah batas waktu berakhir, data yang telah diunggah tidak dapat lagi direvisi. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memastikan seluruh capaian program terdokumentasi dengan baik.
“Yang terpenting sekarang bukan mengejar pekerjaan baru, tetapi memastikan seluruh pekerjaan yang sudah dilakukan bisa terdokumentasi dan terunggah. Jangan sampai program sudah berjalan, tetapi nilainya rendah karena datanya belum masuk,” tegasnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kudus, Sulistiyowati, menjelaskan, seluruh proses pelaporan kini dilakukan secara penuh melalui sistem e-Monev milik Bappenas dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dikatakan, terdapat 34 indikator yang harus diunggah dalam proses input ProSN Semester I Tahun 2026. Hingga 19 Juni 2026, capaian sementara baru berada di angka 81,25. Target minimal menyamai hasil self assessment Semester II Tahun 2025 yang mencapai nilai 86.
“Harapannya pada pekan keempat Juli seluruh proses input dan validasi sudah selesai, sehingga laporan bisa langsung kami kirim melalui aplikasi,” katanya.***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Redaksi































