Kendal (lingkarjateng.id) – Masyarakat khususnya di Kabupaten Kendal berduka dan kehilangan atas berpulangnya salah satu ulama kharismatik yakni KH Asro’i Tohir di usia 74 tahun pada Senin, 6 Juli 2026 sekira pukul 03.00 WIB saat sedang menjalani perawatan di RSUD dr Soewondo Kendal..
Almarhum KH Asro’i Tohir, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal yang juga merupakan Ketua Takmir Masjid Agung Kendal ini memiliki peran besar dalam pembangunan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat di Kabupaten Kendal.
Selama puluhan tahun, semasa hidupnya terus mengabdikan diri dalam dakwah, pendidikan Islam, serta tokoh lintas organisasi Islam. Masyarakat pun selama ini mengenalnya sebagai sosok yang teduh, bijaksana, dan mampu merangkul berbagai elemen umat.
Perannya tidak berhenti di ranah organisasi. Dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk tradisi budaya Syawalan Kaliwungu, KH Asro’i Tohir kerap menjelaskan sejarah para auliya dan perjalanan syiar Islam di Kabupaten Kendal.
Di bidang pendidikan, almarhum mengabdikan diri sebagai dosen di Ma’had Aly Al Musyaffa’ dan aktif dalam pengelolaan yayasan pendidikan Islam. Kiprahnya mencerminkan komitmen untuk mencetak generasi penerus yang memiliki pemahaman keislaman sekaligus akhlak baik.
Diketahui, KH Asro’i Tohir merupakan menantu almarhum KH Ahmad Abdul Hamid, ulama karismatik asal Kendal yang dikenal sebagai pengarang berbagai kitab keislaman dan tokoh penting Nahdlatul Ulama.
“Kami atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kendal menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Asro’i Tohir. Beliau adalah ulama karismatik, tokoh panutan, serta teladan bagi masyarakat Kendal,” kata Mahfud Sodiq, Ketua DPRD Kabupaten Kendal.
“Pengabdian beliau dalam membina umat, menjaga kerukunan, dan mengembangkan pendidikan Islam merupakan warisan yang sangat berharga,” ujarnya.
Wafatnya KH Asroi Tohir menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Kendal. Sosoknya dikenal luas sebagai ulama yang istiqamah dalam berdakwah, dekat dengan masyarakat, serta aktif memberikan kontribusi dalam menjaga kerukunan dan pembangunan daerah.
Diperoleh informasi, jenazah almarhum dimakamkan pada Senin sore sekitar pukul 15.30 WIB ba’da Ashar di wilayah Jagalan, Kelurahan Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia menyebut meninggalnya KH Asro’i Tohir, Kabupaten Kendal kehilangan sosok ulama sekaligus tokoh masyarakat yang memiliki dedikasi luar biasa bagi daerah.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak KH Asro’i Tohir. Beliau adalah tokoh yang bertalenta lengkap, seorang ulama, pendidik, sekaligus panutan masyarakat yang selama ini berkontribusi besar bagi Kabupaten Kendal,” ujar Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika.
“Almarhum memiliki banyak dedikasi, pemikiran, dan pengorbanan dalam mendukung kemajuan Kabupaten Kendal, khususnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis. Beliau selalu hadir memberikan nasihat, masukan, dan teladan,” imbuhnya.***
Jurnalis : Anik Kustiani
Editor : Redaksi




























