KENDAL, Lingkarjateng.id – Aksi penyampaian aspirasi ribuan peternak unggas yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) di Alun-alun Kendal pada Senin, 10 Agustus 2026, berlangsung aman, tertib dan lancar.
Kondusivitas aksi yang tetap terjaga mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando. Menurutnya, aksi yang dilakukan para peternak merupakan bagian dari hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi atas kondisi yang tengah mereka hadapi.
“Ini adalah bentuk aspirasi yang memang harus diperjuangkan. Kami Badan Kesbangpol selaku leading sektor kondusivitas wilayah berkolaborasi dengan Polres Kendal, Kodim, kejaksaan dan stakeholder lainnya untuk memastikan aksi ini berjalan dengan baik, damai, tertib dan aman,” ujar Febi sapaan akrabnya.
Febi mengatakan, keberhasilan menjaga keamanan aksi tidak lepas dari sinergi seluruh unsur Forkopimda dan jajaran pengamanan.
“Alhamdulillah, berkat Ibu Bupati, Ibu Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari, akhirnya aksi ini berjalan dengan lancar,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para peternak dan pengurus KPUS yang mampu menjaga jalannya aksi tetap kondusif. Menurutnya, penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib tanpa tindakan anarkis maupun provokasi.
“Saya mengapresiasi Pak Ketua KPUS, di mana beliau bisa menjaga anggotanya dengan sangat baik. Tidak anarkis, tidak menghujat pemerintah pusat, dan menjaga sekelilingnya agar senantiasa kondusif. Sangat luar biasa,” ungkapnya.
Aksi damai tersebut juga diwarnai dengan pembagian ribuan ayam hidup kepada masyarakat. Aksi itu menjadi simbol keresahan peternak sekaligus bentuk protes terhadap kondisi usaha yang dinilai semakin berat akibat tingginya harga pakan dan rendahnya harga telur.
Meski membawa aspirasi yang cukup kuat, para peternak tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Hal tersebut dinilai menjadi contoh bahwa penyampaian kritik kepada pemerintah dapat dilakukan secara damai namun memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
Sebelumnya, Ketua KPUS Kendal, Suwardi, menegaskan bahwa aksi ribuan peternak tersebut bukan bertujuan menciptakan kegaduhan.
Menurutnya, para peternak datang untuk menyampaikan kondisi nyata yang mereka hadapi sekaligus meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk menyelamatkan keberlangsungan usaha peternak rakyat.
“Dalam aksi ini, kami datang bukan untuk kegaduhan. Kami datang untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah pusat. Harapannya pemerintah dapat memperhatikan kami para peternak rakyat dan menurunkan harga pakan serta menaikkan harga telur,” tegas Suwardi. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar


































