Semarang (lingkarjateng.id) – Puluhan remaja yang tergabung dalam Komunitas Pencinta Lingkungan Desa Tengaran, Kabupaten Semarang melakukan aksi tebar bibit ikan di Sungai Serang demi menjaga ekosistem sungai yang kerap tercemar limbah pabrik.
Tak hanya menebar ribuan bibit ikan, mereka juga turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang kawasan aliran sungai agar kelestarian dan ekosistem lingkungan Sungai Serang tetap terjaga.
Pelopor kegiatan, Sowam Ahmadi mengatakan aksi peduli ekosistem yang dilakukan para pemuda di Desa Tengaran ini bukan sekadar kegiatan seremonial saja, melainkan sebuah gerakan edukasi bagi generasi muda.
“Keterlibatan para remaja ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan peduli terhadap lingkungan sejak dini. Kami ingin memberikan edukasi nyata bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap ekosistem sungai,” kata dia, Senin (13/7) sore.
“Dan jika bukan mereka yang merawatnya sekarang, lalu siapa lagi yang akan menjaga warisan alam ini di masa depan?,” imbuh Sowam kembali.
Sowam Ahmadi mengungkapkan, dalam aksi kali ini, panitia menyediakan total 1.900 ekor bibit ikan yang dikemas ke dalam 13 kantong plastik tebal. Bibit-bibit tersebut disebar secara merata di beberapa titik strategis aliran sungai yang dinilai aman untuk tumbuh kembang biota air.
“Untuk kapasitas per kantong ini isinya sekitar 150 ekor bibit ikan yang siap tumbuh, sehingga total benih ini hampir menyentuh angka 1.900 ekor ikan jenis ikan tawar yang kami tebarkan di sepanjang Sungai Serang ini,” bebernya.
Sowam menambahkan kegiatan tersebut juga sebagai upaya pemulihan pasca terjadinya pencemaran limbah di Sungai Serang. Seperti diketahui, Sungai Serang memegang peranan vital bagi kehidupan warga di sekitarnya.
Namun, rekam jejak digital dan ingatan warga tidak bisa lupa bahwa sungai ini pernah mengalami masa kelam. Beberapa waktu lalu, aliran Sungai Serang sempat tercemar oleh limbah pabrik yang dibuang tidak bertanggung jawab.
“Dampaknya saat itu sangat fatal, hingga menyebabkan ratusan, hingga ribuan ikan lokal di sungai ini mati mengambang. Bahkan, limbah itu juga merusak rantai makanan di ekosistem air tersebut,” terangnya kembali.
Lanjut Sowam, kegiatan penebaran benih ini menjadi salah satu tonggak penting untuk mengembalikan kejayaan populasi ikan lokal. Melalui kegiatan positif pemuda ini, warga Desa Tengaran menaruh harapan besar kelestarian Sungai Serang dapat terus terjaga berkelanjutan.
“Bibit ikan-ikan ini kami dapatkan dari uang swadaya warga sekitar di Sungai Serang, karena ini tentu sebagai wujud untuk menjaga kelestarian sungai ya, jadi warga rela swadaya,” kata dia.
Ia berharap dengan aksi tersebut selain mampu menjaga kelestarian ekosistem sungai juga bisa menginspirasi remaja lainnya untuk melakukan hal-hal positif khususnya menjaga alam dan lingkungan.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Redaksi





























