KUDUS, Lingkarjateng.id – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengantarkan anaknya ke SDIT Al Islam Kudus pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 13 Juli 2026.
Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama ke Sekolah (GAMAS) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mendorong keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam mendampingi pendidikan anak.
Program GAMAS digelar sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama saat memasuki tahun ajaran baru.
Untuk menyukseskan program tersebut, Pemkab Kudus juga menerapkan kebijakan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memajukan waktu absensi mulai pukul 05.30 WIB.
Meski demikian, batas akhir kehadiran ASN tetap hingga pukul 07.00 WIB sehingga para pegawai tetap memiliki kesempatan mengantar anak ke sekolah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sam’ani menegaskan bahwa kehadiran orang tua, terutama ayah, memberikan dampak positif terhadap kesiapan mental anak saat memulai aktivitas belajar di sekolah.
“Hari pertama sekolah menjadi momen yang penting bagi anak-anak. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, akan memberikan semangat dan rasa percaya diri kepada mereka untuk memulai proses belajar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peran orang tua tidak berhenti pada hari pertama masuk sekolah. Menurutnya, pendampingan terhadap anak perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi yang baik dan perhatian terhadap perkembangan pendidikan mereka.
Sam’ani juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang belum memiliki kesempatan didampingi ayah, termasuk anak-anak yatim.
“Bagi anak-anak yang belum memiliki kesempatan didampingi ayah, termasuk anak-anak yatim, mari kita hormati, kita doakan, dan kita berikan perhatian. Mereka adalah anak-anak kita bersama yang juga berhak mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari lingkungan sekitar,” tuturnya.
Sam’ani berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama ke Sekolah mampu menumbuhkan kepedulian keluarga dan masyarakat terhadap pendidikan anak. Ia menilai kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi masa depan.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid





























