JEPARA, Lingkarjateng.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara memperkuat sejumlah program yang menyasar kebutuhan masyarakat melalui peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo R.A. Kartini, Senin, 10 Agustus 2026, TP PKK Jepara meresmikan Pojok Pelangi Kartini sebagai ruang ramah anak.
Pada momentum yang sama, organisasi tersebut juga mendorong pengembangan Bank Sampah Kartini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar.
Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso mengatakan Pojok Pelangi Kartini dirancang sebagai ruang publik yang dapat digunakan anak-anak untuk berbagai aktivitas, mulai dari membaca, belajar, bermain hingga mengembangkan kreativitas.
Menurut Laila, fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang anak sekaligus menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan keluarga.
“Hari ini Pojok Pelangi Kartini telah diresmikan. Kami berharap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak dan keluarga,” katanya.
Selain ruang ramah anak, TP PKK Jepara melalui Pokja III mengembangkan Bank Sampah Kartini. Program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah dan mengelolanya berdasarkan jenis serta nilai gunanya.
Laila menyebut pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi apabila dilakukan secara tepat.
“Di Pokja III, kita mengembangkan Bank Sampah Kartini untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sekaligus mengenalkan manfaat ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai guna,” ujarnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengapresiasi program yang dikembangkan TP PKK. Ia meminta seluruh kegiatan PKK diselaraskan dengan program pembangunan pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Program dan kegiatan PKK perlu disinergikan dengan agenda pembangunan daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” katanya pria yang akrab disapa Wiwit itu.
Wiwit juga menilai kawasan Pendopo Kabupaten Jepara memiliki fungsi sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ia berharap keberadaan Pojok Pelangi Kartini dan Museum Kartini semakin memperkuat kawasan tersebut sebagai tempat edukasi dan rekreasi.
“Pendopo Kabupaten Jepara ini bisa diakses siapa saja. Ini milik masyarakat. Dari anak-anak sampai dewasa bisa berkunjung,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wiwit secara khusus menyoroti persoalan sampah. Ia mendorong TP PKK Jepara ikut menggerakkan perubahan kebiasaan masyarakat, terutama dalam melakukan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.
Menurutnya, sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) seharusnya hanya berupa residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan.
“Saya titip pesan, PKK Jepara ayo kita gerakkan untuk memilah sampah. Karena sampah sudah sangat krusial,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah sejumlah TP PKK di tingkat kecamatan yang mulai menyediakan tempat sampah terpilah. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Ini sangat penting. Karena yang dibawa ke TPA adalah residu yang tidak bisa diapakan lagi,” jelasnya.
Wiwit berharap peringatan HKG PKK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Ia meminta gerakan PKK terus melahirkan program yang relevan dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat.
“Teruslah bergerak, jangan takut berinovasi, dan jangan kehilangan kedekatan dengan masyarakat,” imbuhnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program PKK pada akhirnya harus diukur dari manfaat nyata yang diterima masyarakat, khususnya keluarga.
“Karena ukuran keberhasilan PKK adalah seberapa jauh kegiatan itu membawa manfaat bagi keluarga,” tutupnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid

































