Pekalongan (lingkarjateng.id) – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan masih terpantau stabil di kisaran Rp 140.000 per kilogram. Meski demikian, pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Hari Raya Iduladha.
Salah satunya di Pasar Wiradesa Pekalongan, harga daging sapi belum mengalami perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Stabilitas ini terjadi karena permintaan masyarakat masih relatif normal.
Distributor daging, Nur Hayati, mengatakan harga di tingkat distributor saat ini berada di kisaran Rp 137.000 per kilogram. Menurutnya, selisih harga dengan pedagang masih dalam batas wajar karena adanya biaya distribusi dan operasional.
“Biasanya menjelang Idul Adha, harga naik di kisaran Rp 150.000 sampai Rp 160.000 per kilogram. Walaupun saat ini masih stabil, tapi bisa gak lama lagi juga naik. Biasanya Setiap Tahun Polanya ya begitu,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Senada, pedagang daging di Pasar Wiradesa, Mahmudah, menyebut belum terjadinya kenaikan harga dipengaruhi oleh permintaan yang belum meningkat. Ia memperkirakan harga akan mulai merangkak naik mendekati hari raya.
“Saat ini masih stabil karena belum ada kenaikan. Biasanya kalau sudah mendekati Idul Adha, harga pasti naik,” katanya.
Disisi lain, perbedaan harga justru terlihat di Pasar Kajen Pekalongan. Untuk daging sapi kualitas baik, harga tercatat mencapai Rp 143.000 per kilogram, sedikit lebih tinggi dibandingkan Pasar Wiradesa.
Pedagang di Pasar Kajen, Asmuni, mengatakan selisih harga tersebut dipengaruhi oleh rantai distribusi. Pasokan daging di Kajen umumnya berasal dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Wiradesa, sehingga menambah biaya angkut dan operasional.
“Asal dagingnya dari RPH Wiradesa, jadi ada tambahan biaya angkut dan operasional. Itu yang membuat harga di sini sedikit lebih tinggi,” ujar Asmuni. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian
































