Kudus (lingkarjateng.id) – Dalam menyambut euforia sepak bola Piala Dunia sekaligus mendukung rangkaian ajang International Women’s Soccer Trilogy yang rencananya akan digelar di Kota Kretek.
Pemerintah Kabupaten Kudus membuat langkah unik yakni mengubah hamparan rumput hijau yang biasanya menjadi ruang terbuka hijau di depan halaman depan Pendopo Kabupaten Kudus disulap menjadi lapangan mini soccer.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung ke lapangan mengikuti pertandingan persahabatan bersama sejumlah aparatur sipil negara (ASN) melawan tim Pers.
Tak hanya itu, ASN perempuan juga ikut memeriahkan suasana dengan menggelar pertandingan sepak bola antartim sebagai simbol dukungan terhadap perkembangan sepak bola putri.
Bupati Sam’ani mengatakan, kehadiran lapangan mini soccer di pusat pemerintahan daerah merupakan upaya menghadirkan semangat sepak bola lebih dekat dengan masyarakat.
“Di depan Pendopo Kabupaten Kudus kita buka mini soccer. Ini dalam langkah menyambut Piala Dunia, di mana sepak bola menjadi kegemaran masyarakat banyak,” ujarnya.
Menurut Sam’ani, momentum tersebut semakin spesial karena Kudus akan menjadi pusat penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi HydroPlus Women’s Soccer League, MilkLife Soccer Challenge All-Stars, hingga Srikandi Merdeka Cup Internasional 2026 yang akan diikuti enam negara.
“Di Kabupaten Kudus nanti ada trilogi untuk women’s soccer. Yang terakhir nanti Srikandi dan akan ada enam negara dari luar Indonesia yang berpartisipasi,” kata Bupati.
Sam’ani menilai, penyelenggaraan kompetisi sepak bola putri bertaraf internasional menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Kudus sebagai pusat pembinaan sepak bola wanita di Indonesia.
Ia berharap dari ajang tersebut lahir talenta-talenta muda yang mampu memperkuat Tim Nasional Indonesia di masa depan.
Tak hanya menjadi sarana olahraga, keberadaan lapangan mini soccer juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, Pemkab Kudus melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membuka stan dan melayani pengunjung.
“Nggak apa-apa rumputnya rusak kalau itu bisa membahagiakan masyarakat. Yang penting rakyat bahagia. Kita juga berkolaborasi dengan UMKM agar kegiatan ini memberi manfaat ekonomi,” tegasnya.
Salah satu warga yang melintas, Mia menyambut positif hadirnya fasilitas tersebut. “Lapangan mini soccer di jantung Kota Kudus berpotensi menjadi ruang publik baru yang ramai dikunjungi warga,” ungkap warga Hadipolo Kudus ini.***
Jurnalis : Fahtur Rohman
Editor : Fian































