Kudus (lingkarjateng.id) – Kodim 0722/Kudus bersama jajaran Forkopimda meresmikan Jembatan Garuda di Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (23/7/2026).
Pembangunan jembatan garuda ini bertujuan untuk membantu akses konektivitas masyarakat, khususnya bagi para petani tebu di wilayah tersebut.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yusufa Allan Andreasie, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda diprioritaskan pada lokasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, baik sebagai penghubung antar desa maupun antar dukuh.
“Tujuan yang pertama tentu untuk konektivitas, sebagai penghubung antara desa maupun antar dukuh. Kemudian yang kedua juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Yusufa.
Diungkapkan, sebelumnya lokasi tersebut hanya berupa jembatan bambu. Sehingga masyarakat khususnya petani tebu yang melewatinya mengalami kesulitan. Dengan adanya jembatan yang sudah selesai dibangun ini, diharapkan mobilitas masyarakat bisa semakin mudah.
“Dari histori yang saya dengar, warga pernah berencana membangun secara swadaya tetapi belum tercapai. Untuk itu kami hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Semoga jembatan ini terus memberikan manfaat bagi warga,” ungkapnya.
Diterangkan, pembangunan Jembatan Garuda di Kedung Mojo dimulai pada 5 Juni 2026 dan selesai pada 4 Juli 2026.
Selain di lokasi tersebut, Kodim 0722/Kudus tahun ini juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu, Desa Lau Kecamatan Dawe, Desa Pedawang Kecamatan Bae dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo.
Sementara itu, empat jembatan lainnya yang masih dalam proses pengerjaan yakni berada di Desa Jetis Kapuan Kecamatan Jati , Desa Rejosari Kecamatan Dawe, Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu dan Desa Rahtawu Kecamatan Gebog.
Penentuan lokasi pembangunan jembatan garuda sendiri berdasarkan usulan warga serta kondisi di lapangan. Contohnya keberadaan jembatan lama yang rusak atau masyarakat yang telah membuat jembatan darurat dari bambu secara swadaya.
“Kalau masyarakat sampai membuat jembatan bambu secara swadaya, berarti memang sangat membutuhkan. Begitu juga jembatan yang dulu pernah ada kemudian rusak, namun masih menjadi jalur utama warga. Itu yang menjadi prioritas pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, mengatakan lokasi pembangunan Jembatan Garuda berasal dari usulan pemerintah desa yang kemudian diverifikasi bersama sebelum ditetapkan sebagai prioritas.
“Itu merupakan usulan dari desa. Ada beberapa usulan yang masuk, kemudian kami lakukan verifikasi sehingga diketahui mana yang paling prioritas untuk dibangun,” katanya. ***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Redaksi
































