KAB.SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang meminta rencana pengembangan eksplorasi energi panas bumi (geothermal) di Gunung Ungaran ditunda atau dihentikan sementara.
Hal itu disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai memimpin rapat koordinasi bersama berbagai stakeholder di Kantor Bupati Semarang, Sabtu, 5 September 2026. Rapat tersebut melibatkan Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Semarang, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, akademisi, organisasi masyarakat, budayawan, serta PT PLN (Persero) dan PT Geo Dipa Energi (Persero).
“Jadi selain bersama jajaran terkait di Pemkab Semarang, unsur masyarakat, rapat koordinasi ini juga kami gelar bersama PT PLN (Persero) dan PT Geo Dipa Energi (Persero),” ungkap Ngesti Nugraha.
Menurut Ngesti, PT PLN direncanakan menangani eksplorasi geothermal di Gunung Ungaran, sedangkan PT Geo Dipa Energi menangani rencana pengembangan geothermal di Gunung Telomoyo.
Untuk Gunung Ungaran, Ngesti menyebut rencana tersebut masih sebatas gambaran awal dan belum memiliki kepastian terkait pelaksanaannya.
“Jadi tadi yang disampaikan baru gambaran-gambaran saja, sedangkan untuk progres geothermal di Gunung Ungaran memang tadi disampaikan belum ada satu kepastian pasti soal rencana pelaksanaannya,” terangnya lagi.
Karena itu, Pemkab Semarang meminta PLN tidak melakukan aktivitas apa pun di Gunung Ungaran untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut juga disebut sebagai upaya menjaga kondusivitas masyarakat yang sebelumnya ramai membicarakan rencana geothermal tersebut di media sosial.
“Yang Gunung Ungaran kan sekarang ini ramai di media sosial, banyak masyarakat yang resah soal rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran, dan ini ada jawabannya memang sampai saat ini belum ada satu kepastian pasti soal pelaksanaannya di Gunung Ungaran itu,” tegasnya.
“Sementara itu untuk rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran, yang akan dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) ini kami minta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di Gunung Ungaran, supaya masyarakat ini kondusif,” katanya.
Ngesti menambahkan, penundaan juga mempertimbangkan kondisi wilayah Kabupaten Semarang yang akan menghadapi Pilkades Serentak pada 14 Desember 2026.
“Karena kita akan melaksanakan Pilkades Serentak, maka dengan satu kepastian soal rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran ini untuk bisa dihentikan segala aktivitasnya yang menyangkut pengembangan energi panas bumi itu belum ada satu pun kepastian, juga ditujukan untuk menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Semarang yang sebentar lagi akan menyambut Pilkades Serentak di akhir tahun 2026 ini,” paparnya.
Sementara itu, untuk rencana geothermal di Gunung Telomoyo, Pemkab Semarang menyatakan proyek tetap berjalan dengan catatan PT Geo Dipa Energi terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Ngesti menyebut progres geothermal Telomoyo saat ini sudah memasuki tahap pembebasan lahan untuk kebutuhan pengembangan, jalan, dan jalur angkutan.
“Karena progresnya sampai saat ini yang di Gunung Telomoyo sudah sampai di pembebasan lahan, baik itu lahan yang akan di sewa untuk pengembangannya, lalu lahan yang rencananya akan digunakan untuk jalannya, lalu lahan untuk jalur angkutannya,” bebernya kembali.
Pemkab Semarang juga meminta agar pelaksanaan geothermal Telomoyo tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.
“Karena PT Geo Dipa Energi (Persero) ini yang bertanggung jawab atas pelaksanaan geothermal di Gunung Telomoyo ini maka kami minta untuk tetap menjaga komitmen bersama dalam pelaksanaan pengembangan geothermal tersebut, jangan sampai keluar dari komitmen bersama apalagi menimbulkan dampak untuk masyarakat,” katanya.
PLN Ikuti Arahan Pemkab Semarang
PT PLN (Persero) menyatakan akan mengikuti arahan Bupati Semarang untuk menunda aktivitas lapangan yang berkaitan dengan rencana geothermal Gunung Ungaran.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Ferdian Hijrah Kusuma mengatakan, penundaan dilakukan sesuai hasil koordinasi dengan Pemkab Semarang.
“Terkait arahan Bapak Bupati bahwa melakukan aktivitas di lapangan kami diminta tunda dulu sesuai janji kami,” kata Ferdian.
Ferdian menjelaskan, rencana geothermal Gunung Ungaran saat ini masih berada pada tahap gambaran perencanaan awal. PLN juga masih harus menyelesaikan sejumlah proses administratif di internal PLN Group sebelum kegiatan lapangan dapat dilakukan.
“Sebenarnya ini baru gambaran perencanaan awal saja, karena nanti selanjutnya, prosesnya jelas ada proses administrasi ada di PLN Group. Setelah proses administrasi terpenuhi dan tim lapangan terbentuk, maka baru akan dijalankan,” terangnya kembali.
PLN, lanjut Ferdian, akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Semarang dan menyampaikan perkembangan kajian maupun rencana proyek kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kami akan menyampaikan update pastinya soal kajian-kajian yang dibutuhkan, sehingga keresahan masyarakat bisa terjawab seluruhnya,” ujar dia.
Ia juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait rencana geothermal Gunung Ungaran.
“Kami ijin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa kekhawatiran-kekhawatiran ini tidak perlu dilanjutkan lagi, tapi yang perlu dilanjutkan adalah koordinasi dan komunikasi yang baik,’ tandasnya.
Rencana geothermal Gunung Telomoyo berada di Desa Kemambang, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Sementara rencana geothermal Gunung Ungaran berada di sisi selatan gunung yang masuk wilayah Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Jurnalis: Lingkar Network/Hesty Imaniar
Editor: Sekar
































