JEPARA, Lingkarjateng.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara resmi menutup Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara, Senin, 20 Juli 2026.
Program yang berfokus pada keterampilan batik dan menjahit ini telah meluluskan 30 peserta setelah mengikuti pelatihan selama 250 Jam Pelajaran (JPL).
Selain memperoleh sertifikat, seluruh peserta juga menerima bantuan peralatan membatik dan perlengkapan usaha sebagai modal awal untuk membangun usaha mandiri.
Ketua Panitia PKW, Ary Bachtiar mengatakan peserta mendapatkan pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari teknik batik tulis, batik cap, menjahit, manajemen usaha, penguatan karakter kewirausahaan, hingga pemasaran digital.
“Harapan kami, peserta tidak hanya menjadi tenaga terampil, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang percaya diri, adaptif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi di masyarakat,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua Dekranasda Inez Hajar yang mewakili Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Hj. Laila Saidah Witiarso menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI atas dukungan terhadap pelaksanaan PKW 2026.
Menurutnya, program tersebut menjadi investasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
“Kami berharap dari program ini lahir pengrajin muda yang kreatif dan inovatif, mampu menghasilkan produk berkualitas, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi kreatif Kabupaten Jepara,” katanya.
Melalui Program PKW 2026, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan, berani berwirausaha, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat industri batik, menjahit, dan sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Jepara.
Acara penutupan juga dimeriahkan dengan fashion show yang menampilkan busana dan produk batik hasil karya peserta.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network































