BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Batang membidik tujuh desa yang memiliki sumber daya sektor pariwisata menjadi desa wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Batang, Ulul Azmi, mengatakan dari target membentuk 15 desa wisata, ada tujuh desa yang mendapat pendampingan intensif.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang Ulul Azmi di Batang, Rabu, mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya fokus melakukan pendampingan di beberapa desa yang memiliki sumber daya sektor pariwisata.
“Di tahun ini kegiatan desa wisata ada pendampingan seperti di Desa Bawang dan Curug Genting,” katanya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Disparpora Batang juga mendatangkan konsultan terkait desa wisata, melatih pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan homestay, hingga pemasaran untuk menggarap desa wisata.
“Hal yang penting lagi, kami juga menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) untuk memberikan pelatihan pemaketan dan pemasaran paket wisata. Edukasi wisata seperti petik teh, petik kopi, hingga proses roasting kopi juga menjadi fokus pengembangan,” terangnya.
Menurutnya, ada beberapa desa yang mulai menunjukkan komitmennya yaitu Desa Gombong, Surjo, Cepoko Kuning dan Brokoh, Kalirejo, Kuripan dan Pejambon.
Ia menyebut hingga saat ini, wilayah Batang memiliki 32 desa wisata unggulan seperti Deswita Pandansari, Pesantren, Pacet, Kedawung dan Sidorejo.
Di sisi lain, pengembangan desa wisata juga didukung pemerintah melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Desa Wisata.
“Perda ini menjadi payung hukum bagi desa wisata, terutama terkait penganggaran melalui Dana Desa (DD). Dengan adanya Perda Desa Wisata diharapkan desa-desa itu bisa ada payung hukum untuk melindungi mereka terutama untuk penganggaran terkait pengelolaan desa wisata,” katanya.
Peraturan daerah dinilai dapat menjadi landasan untuk mendorong pengelolaan desa wisata yang lebih mandiri.
“Jika sebelumnya sangat bergantung pada desa, ke depan pengelola wisata dapat membuat badan hukum sendiri baik berupa pokdarwis, pengelola mandiri, maupun di bawah BUMDes,” tandasnya.
Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa































