BANJARNEGARA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggelar salat istisqa serta menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Pagedongan pada Senin, 5 Oktober 2026.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, mengatakan salat istisqa dan distribusi air merupakan ikhtiar pemerintah bersama masyarakat dan relawan dalam menghadapi kekeringan.
Menurutnya, penanggulangan kekeringan harus dilakukan dengan kombinasi langkah taktis dan spiritual.
“Tentu ikhtiar fisiknya kita maksimalkan, mitigasinya dan juga yang tidak kalah penting kita memohon kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, mudah-mudahan hujan segera turun dan kekeringan segera berakhir,” ujarnya saat gladi kesiapsiagaan bencana pada Senin, 5 Oktober 2026.
Sementara itu penyaluran air bersih bagi warga dipusatkan di Lapangan Tembak Letda Makhlani, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan.
Wakhid menyebut sejumlah daerah di Banjarnegara sudah mulai turun hujan meskipun belum merata, sehingga masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Selain antisipasi potensi bencana musim kemarau, Wakhid juga mengajak seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa dan RT/RW untuk tetap siaga mengantisipasi potensi bencana seperti banjir dan longsor saat musim hujan tiba
“Istilahnya shoyyiban nafi’an, kita memohon hujan yang lebat tapi bermanfaat, tidak ada ekses-ekses lain. Jangan sampai ada banjir, jangan sampai ada longsor yang terjadi. Namun kita juga harus tetap siap siaga,” imbuhnya
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke 60 desa di 15 kecamatan pada musim kemarau tahun ini.
Tercatat lebih dari 200 titik terdampak kekeringan. Oleh karena itu pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih secara masif.
“Total semua sampai saat ini se-Banjarnegara sudah hampir 11 juta liter air yang sudah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak,” ungkapnya
Khusus untuk wilayah Kecamatan Pagedongan, pihaknya telah mendistribusikan sekitar seribu tangki air bersih secara berkala selama 4 hingga 6 bulan terakhir, termasuk penyaluran ke 10 desa pada hari pelaksanaan Gladi Kesiapsiagaan Bencana 2026 tersebut.
“Hari ini kita dropping air bersih di 10 desa, antara lain di Kebutuhjurang, Kebutuhduwur dan beberapa desa sekitarnya di wilayah Kecamatan Pagedongan yang terdampak dan kesulitan air bersih saat musim kekeringan ini,” pungkasnya.
Editor: Ulfa































