UNGARAN, Lingkarjateng.id – Suasana semarak terlihat di Pasar Pon yang berlokasi di Ngrawan, Bawen, Kabupaten Semarang. Terdengar suara saling sahut antar pedagang menawarkan barang dagangannya kepada pengunjung.
Pasar Pon ini beroperasi setiap pasaran Pon dalam sistem penanggalan Jawa. Adapun, barang yang dijual di pasar tersebut beragam, mulai dari hewan, pakaian, mainan hingga peralatan sekolah.
Mirna Prihati Zahra (38), salah satu pengunjung Pasar Pon dari Kabupaten Boyolali, mengaku senang datang ke pasar tersebut karena barangnya bagus dan lengkap.
“Senang mbak, bagus-bagus barangnya dan lengkap. Kebetulan suami saya suka pelihara hewan burung, jadi disini sekalian beli hewan burung peliharaan dan saya cuci mata di barang-barang second (thrifting),” ujarnya, Selasa, 25 Juni 2024.
Tidak hanya itu, Mirna mengaku juga tengah mencari peralatan sekolah untuk buah hatinya, seperti tas dan sepatu.
“Disini itu lengkap mbak, ada baju, tas, sepatu, bahkan aneka hewan, dan kuliner semuanya jadi satu disini. Dan harganya murah-murah, bisa ditawar jadi suka sekali berada di Pasar Pon ini. Hanua saja, disini memang harus pintar menawar harga,” imbuhnya sembari tertawa.
Meski bertepatan dengan hari kerja, yakni Selasa, diakuinya Pasar Pon tetap ramai pengunjung yang mencari berbagai barang-barang harian.
“Kalau barang-barang harian ramai Mbak, tadi yang agak sepi itu di Pasar Hewannya. Yang jual sapi dan kambing, dan hewan lainnya, karena mungkin habis Idul Adha dan bertepatan dengan hari kerja jatuhnya Pon ini, jadi tadi saya lihat agak sepi ya pengunjung. Mungkin kebanyakan dari penjual-penjual dan peternak hewan tadi,” bebernya.
Pasar Pon sendiri biasanya beroperasi sejak pagi sampai menjelang sore hari. Bahkan di Pasar Pon ini setidaknya ada lebih dari 500 orang pedagang.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan dan RPH, Muhammad Hidayat mengatakan bahwa Pasar Hewan Ambarawa ini juga terkenal dengan sebutan nama Pasar Pon.
“Memang pasar ini buka setiap lima hari sekali, yakni di setiap pasaran Pon, sehingga disebut dengan nama Pasar Pon,” jelasnya.
Adapun namanya diambil dari lokasinya yang berada di Kecamatan Ambarawa, sehingga, oleh warga disebut dengan nama Pasar Hewan Ambarawa.
“Lalu, di tahun1982 pasar hewan ini di pindah ke wilayah Bawen, yang lokasinya kita tempati sampai sekarang ini, yaitu di wilayah Ngrawan Kidul, Bawen. Tapi karena masyarakat sejak dulu menyebutnya Pasar Hewan Ambarawa, sampai sekarang pun masih tetap disebut begitu meski ini masih masuk wilayah Bawen,” terang Hidayat.
Lebih rinci, Hidayat membeberkan bahwa luas lahan yang sekarang ini ditempati Pasar Hewan dan di dalamnya ada Pasar Pon itu memiliki luas tanah sekitar 1,4 Hektare (Ha).
“Dan seiring berjalan waktu, ada pengembangan yakni dengan ditandai bertambahnya jumlah pedagang, sehingga total luas pasar ini menjadi 2,4 Ha,” imbuhnya.
Hidayat menyampaikan, bahwa dulunya pasar tersebut memang hanya pedagang hewan saja, seperti kambing, sapi, dan kerbau. Namun, seiring waktu, barang yang dijual berkembang, mulai dari tas, sepatu, hingga mainan.
“Lalu muncul pedagang-pedagang lainnya yang juga berasal dari wilayah sekitar Kabupaten Semarang seperti Salatiga, Megelang, Boyolali, dan lainnya. Barangnya pun banyak yang dijual, ada seperti pedagang hewan kelinci, burung, unggas, bahlan berkembang lagi pedagang kuliner, dan pedagang produk-produk lainnya seperti sepatu, tas, pakaian impor dan pakain lainnya, mainan, bahkan barang-barang antik, pedagang obat, elektronik, jaga pengobatan alterternatif, semuanya ada disini,”katanya.
Lebih lanjut, Hidayat mengatakan rata-rata pemasukan dari Pasar Hewan Ambarawa ini mencapai Rp 8 hingga Rp 10 juta setiap beroperasi.
“Namun kadang bisa lebih, misalnya jika pasaran Pon jatuh di akhir bulan, pasti naik pendapatannya,” pungkasnya. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)






























