KUDUS, Lingkarjateng.id – Viral sebuah video menunjukkan perselisihan antara pasangan suami istri Hamda dan Malinda Kurniasari, pemilik lahan parkir di kawasan objek wisata Menara Kudus, dengan sopir rombongan mobil elf.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sopir elf, Hendi Pradjoko, cekcok bermula ketika Hendi memberhentikan mobilnya di pinggir jalan untuk menurunkan penumpang lanjut usia.
Hendi membawa rombongan dari Jawa Barat. Menurutnya, ia sudah konfirmasi ke tukang parkir setempat untuk menurunkan penumpang, dan diperbolehkan. Ia kemudian diberikan waktu sebentar hanya untuk menurunkan penumpangnya.
“Sudah konfirmasi sama tukang parkir di situ dan dikasih waktu sebentar. Setelah itu parkir elf-nya di tempat yang sudah disediakan,” terangnya memberikan klarifikasi.
Sesudah itu, Hendi mengaku tiba-tiba didatangi suami Malinda Kurniasari. Situasi memanas hingga terjadi adu mulut.
Ia dimarahi karena tidak boleh menurunkan penumpang di area tersebut. Di tengah situasi tersebut, Malinda mendekat dan merekam selama insiden.
Terkait masalah tersebut, menurut Hendi, pihak kepolisian telah mendamaikan kedua belah pihak. Menurutnya, dari hasil keterangan setelah pemeriksaan, seharusnya perkara tersebut tidak perlu dipermasalahkan.
“Kami sudah didamaikan oleh polisi, bahkan polisi pun pulang ‘Kan masnya cuma nge-drop penumpang karena sudah sepuh, lalu elfnya parkir di tempatnya. Terus masalahnya dimana to?’” kata Hendi menirukan keterangan polisi.
Menurutnya, potongan-potongan video yang beredar lebih banyak menunjukkan sisi salahnya saja. Termasuk tudingan bahwa Hendi merupakan anggota Dishub. Menurutnya hal tersebut merupakan salah paham.
Hendi menyebut saat itu menegaskan apabila tidak boleh menurunkan penumpang di area tersebut seharusnya ada papan peringatan dari dinas setempat. Namun, pemilik lahan itu tetap kekeh bahwa peraturan pemerintah sudah demikian walaupun tidak ada keterangan tertulisnya.
“Masnya lalu bilang ‘yo kono kwe ngomong karo dishub mas’. Ending-nya saya bilang saya kebetulan ada temen dishub mas. Bukan saya mengaku seorang dishub,” jelasnya.
Hendi juga menyampaikan klarifikasi atas tudingan melakukan pelecehan saat perselisihan terjadi.
“Untuk pelecehan yang dibilang juga itu saya diajak ke kantor polisi makanya saya reflek jawil mbaknya,” kata dia.
Di sisi lain, dari video-video cuplikan perselisihan tersebut, salah satu perhatian warganet tertuju pada lontaran perkataan “miskin” yang diduga merupakan suara Malinda. Hal ini pula yang membuat video tersebut semakin viral.
Sementara itu Hamda dan Malinda juga telah memberikan klarifikasi melalui akun medias sosial Threads milik Malinda. Ia mengakui salah karena telah mengucapkan kata “miskin”. Ia juga mengaku terpancing emosi saat terjadi cekcok.
Ia menyebut pria bernama Hendi telah menyentuh atau menjawil dirinya dua kali. Menurutnya, perkataan Hendi bernada kasar sehingga membuatnya terpantik emosi.
Editor: Ulfa































