KENDAL, Lingkarjateng.id – Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Hidayat Edi Nugroho mengatakan kerusakan lingkungan di kawasan pesisir pantai tidak lepas dari aktivitas manusia yang turut memicu perubahan iklim.
Dampaknya kini semakin dirasakan, mulai dari pemanasan global, kondisi pasang surut air laut yang tidak menentu, hingga gelombang laut tinggi yang menyebabkan abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir.
Menurutnya, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perlindungan alami kawasan pantai.
Seperti gerakan penanaman mangrove di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal yang diinisiasi Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN), Jumat, 6 November 2026. Setidaknya 1.000 bibit mangrove disediakan dalam kegiatan ini.
“Harapannya kegiatan ini dapat membantu memperkuat tanggul laut agar tidak terjadi abrasi di pesisir pantai. Namun, hasil penanaman mangrove ini tidak boleh berhenti sampai di sini, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan agar mangrove dapat tumbuh besar,” ujarnya.
Edi menjelaskan, mangrove yang tumbuh dengan baik memiliki banyak manfaat bagi lingkungan. Akarnya mampu menangkap dan mengendapkan sedimen tanah maupun pasir sehingga membantu menjaga kestabilan kawasan pantai.
“Selain itu, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen yang penting bagi keseimbangan ekosistem,” terangnya.
Relawan Jejak Bumi, Bangkit Swasono mengatakan, penanaman mangrove di Kartikajaya bersama BP-GMN merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Kendal.
Menurutnya, perkembangan industri perlu diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan agar pembangunan ekonomi tidak mengabaikan keberlanjutan ekosistem pesisir.
Selain itu, kata dia, mangrove memiliki peran strategis, tidak hanya untuk melindungi kawasan pantai dari abrasi, tetapi juga menyerap karbon, menjaga kelestarian ekosistem, serta mempertahankan keanekaragaman hayati.
“Dengan memperkuat kawasan hijau pesisir, pembangunan industri dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Kendal,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan penanaman mangrove tersebut dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Tidak hanya melibatkan pemerintah dan komunitas lingkungan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga serta merawat mangrove yang telah ditanam.
“Dengan demikian, keberadaan hutan mangrove di kawasan pesisir Kendal nantinya dapat memberikan manfaat jangka panjang sebagai pelindung pantai sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan di tengah perkembangan wilayah,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar































