KENDAL, Lingkarjateng.id – Kegiatan penanaman mangrove di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal menyasar luas area 10 Ha. Setidaknya 1.000 bibit Mangrove 1.000 berpolybac dan 15.000 Propagul disiapkan dalam aksi tersebut.
Kegiatan yang digelar Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mengurangi ancaman bencana air pasang atau rob.
Penanaman mangrove dipimpin langsung Kepala BP-GMN Prof Satyawan Pudyatmoko bersama Wakil BP-GMN Mayjen TNI (Purn) Sriyanto. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Kodim 0715 Kendal, Polres Kendal, Pemerintah Desa Kartikajaya, kelompok tani dan kelompok masyarakat pengelola mangrove setempat.
Selain itu, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan pelajar, di antaranya Nusapala (SMK NU 01 Kendal), Taruna NU Dua (SMK NU 02 Rowosari), SMA PGRI Kendal, Relawan Jejak Bumi, Assalam Peduli, serta CBP KPP Patebon.
Plt Kepala DLH Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah BP-GMN yang telah menginisiasi penanaman mangrove di wilayah pesisir Kendal.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam upaya menjaga ekosistem pantai dan melindungi masyarakat dari ancaman rob.
Ia menilai keberadaan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir. Selain membantu mengurangi dampak gelombang laut, tanaman tersebut juga mampu menekan masuknya air laut ke daratan sehingga ancaman rob terhadap permukiman warga dapat diminimalkan.
“Bencana air pasang atau rob itu paling tidak bisa kita kurangi dampaknya melalui penanaman mangrove ini. Sehingga harapannya rob tidak semakin meluas ke rumah-rumah warga,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat Desa Kartikajaya untuk ikut menjaga dan merawat seluruh bibit mangrove yang telah ditanam.
“Kami berharap kepada masyarakat Desa Kartikajaya untuk ikut merawat tanaman yang hari ini ditanam bersama. Mari kita jaga, mudah-mudahan bisa tumbuh dengan baik dan lestari. Harapannya bisa menjadi tembok pelindung bagi masyarakat agar air pasang atau rob tidak semakin jauh masuk ke permukiman penduduk,” harapnya.
“Semoga Langkah ini dapat memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Kendal dengan adanya penanaman mangrove ini,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala BP-GMN, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko menegaskan, program penanaman mangrove ini nantinya tidak berhenti pada kegiatan penanaman bibit semata. BP-GMN juga memastikan keberlanjutan penanaman hingga terbentuk ekosistem pesisir yang sehat.
“Selain aspek lingkungan, kami juga ingin memastikan keberadaan mangrove mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Dengan begitu, upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga pesisir,” tegasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar






























