KUDUS, Lingkarjateng.id – Persoalan kebocoran talang air di Pasar Kliwon, Kabupaten Kudus, kembali menjadi keluhan para pedagang. Kerusakan yang masih terjadi meski sebelumnya telah mendapat penanganan membuat pedagang khawatir, terlebih saat memasuki musim penghujan.
Mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan segera melakukan perbaikan secara menyeluruh agar aktivitas jual beli tidak terganggu setiap kali hujan turun.
Salah seorang pedagang pakaian di Blok A2 Pasar Kliwon, Umar Faruq, mengungkapkan kebocoran talang sudah berulang kali terjadi. Menurutnya, perbaikan yang sebelumnya dilakukan Dinas Perdagangan belum mampu mengatasi persoalan tersebut secara tuntas.
“Sebenarnya sudah ada penanganan dari Dinas Perdagangan tapi masih bocor, ini kalau hujan deras bisa bocor lagi,” katanya, Senin, 2 November 2026.
Ia menduga kapasitas saluran pembuangan air yang hanya tersedia di dua titik menjadi salah satu penyebab utama. Ketika hujan deras, debit air yang mengalir ke talang melebihi kemampuan saluran pembuangan sehingga air meluap.
“Kondisi tiap hujan deras itu talangnya tidak kuat menampung air. Jadi airnya tumpah keluar ketika hujan deras menyebabkan Pasar Kliwon tergenang air,” ucapnya.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pedagang, tetapi juga berpotensi merusak barang dagangan. Umar mengaku harus segera menyelamatkan barang-barangnya setiap kali air mulai masuk ke dalam kios.
“Jadi tiap bocor itu bisa saja kena ke dagangan saya, bisa masuk ke kios. Saya biasanya langsung amankan barang dagangan saya. Tapi kasian juga orang yang lalu lalang di Pasar Kliwon ini jalannya tergenang air jadi licin, pernah ada yang terpeleset juga,” bebernya.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditangani karena genangan air juga membahayakan pengunjung yang melintas di area pasar. Lantai yang licin akibat air hujan berpotensi menyebabkan pedagang maupun pembeli terpeleset.
Umar berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga mengevaluasi sistem pembuangan air agar mampu menampung debit hujan dalam jumlah besar.
“Harapannya bisa diperbaiki secara maksimal, karena pembuangan cuma dua, padahal kapasitas air yang masuk ke talang itu cukup besar, sehingga pembuangan air perlu ditambahi. Lalu kondisi talang di pasar ini juga sudah banyak yang berkarat, perlu diganti,” sebutnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Fitrianto, menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyusul laporan kebocoran yang terjadi di Pasar Kliwon beberapa waktu lalu.
Dari hasil identifikasi awal, ditemukan sejumlah saluran air yang tersumbat oleh tumpukan daun. Kondisi tersebut menghambat aliran air hujan dan menyebabkan sejumlah titik mengalami kebocoran. Selain itu, beberapa bagian talang diketahui memang membutuhkan perbaikan.
Dinas Perdagangan kemudian melakukan penanganan secara bertahap pada sejumlah lokasi yang mengalami kebocoran. Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap bagian lain yang dinilai berpotensi mengalami kerusakan serupa.
“Untuk sementara ini memang baru kami lakukan perbaikan-perbaikan sementara menggunakan anggaran pemeliharaan pasar,” ujarnya.
Jurnalis: Nisa Hafidzotus S.
Editor: Muslichul Basid
































