PEKALONGAN, Lingkarjateng.id — Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, mendorong penguatan kapasitas santri dan pengembangan pesantren untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sukirman mengatakan bahwa upaya tersebut akan implementasikan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pekalongan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren.
Menurut Sukirman, pengembangan pesantren tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemenuhan fasilitas dan kebutuhan operasional. Peningkatan ilmu pengetahuan, kapasitas, serta pemberdayaan santri juga harus menjadi perhatian.
“Makanya, akan segera kita terbitkan peraturan bupati yang merupakan konsiderannya adalah Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren,” kata Sukirman usai upacara peringatan Hari Santri Nasional di Stadion Manggala Krida, Kecamatan Kedungwuni, Kamis, 22 Oktober 2026.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga berupaya memperkuat perlindungan santri dari tindak kekerasan di lingkungan pesantren. Menurut Sukirman upaya tersebut membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, terutama Kementerian Agama sebagai sektor yang berperan penting dalam pembinaan pesantren.
Sejumlah langkah perlindungan dapat menjadi bahan pembahasan, termasuk penggunaan CCTV. Namun, Sukirman menilai pembangunan komitmen para ustaz, kiai, dan santri untuk menjaga perilaku di lingkungan pesantren juga tidak kalah penting.
Ketentuan mengenai perlindungan santri, termasuk kemungkinan penerapan sanksi, akan dipertajam dalam peraturan bupati yang tengah disiapkan.
Terkait perkembangan teknologi digital, Sukirman menilai era digital memberikan peluang bagi santri untuk memperoleh informasi mengenai pendidikan, agama, pengetahuan umum, hingga kewirausahaan. Meski demikian, ia mengingatkan adanya dampak negatif yang perlu diantisipasi.
Ia mengatakan, sejumlah pondok pesantren telah menerapkan aturan yang membatasi santri menggunakan telepon seluler selama menjalani pendidikan di pesantren.
Pada momentum Hari Santri Nasional 2026, Sukirman mengajak para santri untuk terus meningkatkan ilmu agama, pengetahuan umum, dan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Dan tentu saja, memperkuat negeri untuk membangun Indonesia Emas pada tahun 2045, dengan mengisi berbagai kegiatan positif. Selain ilmu agama dan ilmu pengetahuan, juga keterampilan, sehingga para santri mampu menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa































