SALATIGA, Lingkarjateng.id – Ribuan anak muda di Kota Salatiga belum terserap dunia kerja. Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS Agustus 2025 mencatat 2.428 penganggur berusia 15–24 tahun di Salatiga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Salatiga, Henny Mulyani, mengatakan ada beberapa faktor penyebab banyaknya pengangguran, antara lain ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan daya tampung serta kecepatan penciptaan lapangan kerja baru di berbagai sektor usaha.
“Selain terbatasnya penciptaan lapangan kerja, ketidaksesuaian pendidikan dan kompetensi pencari kerja dengan lowongan yang tersedia juga menjadi salah satu faktor pengangguran,” terangnya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Persoalan tersebut turut terlihat dari data pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan. Di Salatiga, penganggur dari lulusan SMK mencapai 1.956 orang, sedangkan lulusan perguruan tinggi tercatat sebanyak 1.424 orang berdasarkan Sakernas Agustus 2025.
Di sisi lain, Disperinaker Salatiga mencatat 759 pencari kerja terdaftar hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 531 orang berhasil ditempatkan atau memperoleh pekerjaan.
Namun, penyerapan tenaga kerja masih menghadapi tantangan lain. Sepanjang 2026, sebanyak 15 perusahaan di Salatiga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 175 pekerja.
“Untuk menekan angka pengangguran, Disperinaker Salatiga menyiapkan sejumlah program pada 2027,” kata Henny.
Pemkot Salatiga berupaya mengurangi jumlah pengangguran dengan penyelenggaraan bursa kerja untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, penyebarluasan informasi lowongan melalui media sosial, serta pelatihan berbasis kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kami berharap program pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pencari kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































