KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal memberikan pelatihan kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana kepada petugas Puskesmas Kaliwungu Selatan, Rabu, 21 Oktober 2026.
Plt Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Herdiyanto Adhitiyo, pelatihan diberikan untuk meningkatkan kemampuan Tim Gerak Cepat (TGC) dan kader kesehatan dalam menghadapi situasi darurat bencana sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal saat terjadi bencana.
“Dalam pelatihan tersebut, tim dari BPBD Kabupaten Kendal memberikan sejumlah materi penting, mulai dari penyelenggaraan penanggulangan bencana, sistem komando penanganan darurat bencana, penyusunan rencana kontingensi, hingga pembuatan skenario simulasi bencana,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Petugas kesehatan juga diberi pemahaman mengenai tahapan penanganan bencana, mekanisme koordinasi lintas sektor, pembagian tugas, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Sementara, Kepala Puskesmas Kaliwungu Selatan, dr Erna Ridawati, mengatakan bahwa dalam penanganan bencana, rencana kontingensi diperlukan agar puskesmas memiliki persiapan yang matang berdasarkan potensi ancaman dan risiko bencana di wilayah kerjanya masing-masing.
“Kesiapsiagaan yang terencana dan koordinasi yang kuat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan. Harapannya dengan persiapan yang baik, kami mampu memberikan respons optimal, baik dalam penanganan korban maupun pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat selama kondisi darurat,” terangnya.
Selain petugas kesehatan, pelatihan ini turut menekankan pentingnya keterlibatan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan berbasis masyarakat.
“Kader memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kebencanaan, meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenali kelompok rentan, serta mendukung proses evakuasi dan pelayanan kesehatan dasar ketika bencana terjadi,” lanjutnya.
Ketua Panitia, Supeno, menyampaikan keterlibatan kader kesehatan diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kaliwungu Selatan.
“Peran kader kesehatan sangat penting karena mereka berada dekat dengan masyarakat. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diteruskan kepada masyarakat, sehingga kesadaran dan kemampuan dalam menghadapi bencana semakin meningkat. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap sinergi bersama BPBD, kader kesehatan, dan berbagai unsur terkait semakin kuat sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan pelayanan kesehatan pascabencana. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























