KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mendorong percepatan operasional 153 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setelah proses verifikasi dan validasi (verval) pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan koperasi rampung dilakukan.
Hal itu disampaikan Bupati Tika saat memimpin rapat koordinasi pemaparan hasil verval bersama jajaran Pemkab Kendal dan Tim Mabes TNI di Ruang Ngesti Widhi, Setda Kendal, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut menjadi tahapan lanjutan untuk membahas hasil pemeriksaan lapangan sekaligus mengidentifikasi sejumlah kendala yang perlu diselesaikan sebelum koperasi mulai beroperasi.
“Verval sudah diselesaikan oleh tim kami. Hari ini tindak lanjutnya adalah pemaparan hasil verval, sekaligus mendiskusikan berbagai kendala yang ditemukan di lapangan,” ujarnya.
Bupati Tika menegaskan hasil pembahasan akan menjadi acuan dalam penyelesaian tahapan berikutnya, terutama proses serah terima bangunan kepada pemerintah desa dan kelurahan.
“Harapannya setelah ini ada tindak lanjut dan setelah semuanya selesai dijadikan berita acara serah terima untuk masing-masing KDKMP. Sehingga nanti bangunan tersebut menjadi milik desa atau kelurahan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, percepatan operasional diperlukan karena sejumlah persiapan pendukung dinilai telah tersedia. Fasilitas gedung dan sarana prasarana sudah dibangun, sementara manajer dari Agrinas telah disiapkan dan pengurus koperasi juga telah mengikuti pelatihan.
“Karena dari masing-masing desa juga berharap karena pembangunan gedung sudah selesai. Dari sarprasnya juga sudah ada, ketersediaan yang lain-lainnya juga sudah ada, manajer dari Agrinas juga sudah ada, pengurusnya juga sudah dilatih. Dan in selama dua tahun masih dipegang oleh Agrinas,” ucapnya.
Selain penyelesaian administrasi serah terima, proses perekrutan tenaga kerja oleh Agrinas masih berlangsung. Pemkab Kendal berharap seluruh tahapan tersebut dapat segera dituntaskan agar koperasi mampu menjalankan aktivitas usaha sesuai harapan masyarakat.
“Saat ini masih berlangsung proses perekrutan karyawan oleh Agrinas. Harapannya, setelah seluruh proses selesai, KDKMP bisa segera beroperasi karena masyarakat juga sudah menantikan keberadaannya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Tim Monitoring Mabes TNI yang diwakili Marsma TNI Elia Adriyanto menyampaikan bahwa tim telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap 153 KDKMP di Kabupaten Kendal. Verifikasi tersebut mencakup kondisi bangunan, infrastruktur, sarana prasarana, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Berdasarkan hasil pemantauan, Elia menyebut masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rencana operasional koperasi.
“Secara nyata, saat kami turun ke lapangan, saya melihat animo dan harapan masyarakat sangat tinggi agar KDKMP segera beroperasi. Masyarakat berharap bisa membeli sembako dengan harga murah dan lokasi yang dekat,” ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap KDKMP tidak hanya terbatas pada bahan pokok. Ketersediaan komoditas lain, seperti pupuk dan gas elpiji, juga menjadi harapan warga terhadap layanan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Elia menilai, secara umum, koperasi yang telah diperiksa di Kendal menunjukkan kesiapan untuk memasuki tahap operasional. Namun, ia menegaskan penyelesaian tindak lanjut hasil verifikasi dan proses administrasi tetap menjadi bagian penting sebelum kegiatan usaha berjalan.
“Pada intinya rata-rata KDKMP di Kendal sudah siap untuk operasional dari segi bangunan, infrastruktur, sarpras, termasuk SDM-nya,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid




























