REMBANG, Lingkarjateng.id – Progres pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, mencapai 77 persen hingga pertengahan Oktober 2026. Proyek senilai sekitar Rp22 miliar tersebut bahkan melampaui jadwal yang direncanakan dengan deviasi positif sebesar 7,19 persen.
Proyek yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana ini ditargetkan selesai pada 30 Desember 2026. Embung tersebut dibangun untuk mendukung ketersediaan air baku sekaligus memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah sekitarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) BBWS Pemali Juana, Aji Widyamatmoko, mengatakan pembangunan Embung Kaliombo merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan air dan pangan di Kabupaten Rembang.
“Karena kebutuhan strategis dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air serta mendukung pemenuhan kebutuhan air baku dan irigasi, kami diamanatkan untuk melaksanakan pembangunan Embung Kaliombo. Berdasarkan informasi, kegiatan ini memang sudah lama ditunggu,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Embung Kaliombo dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 176.000 meter kubik dengan luas genangan mencapai 86.000 meter persegi atau 8,6 hektare. Tinggi tubuh embung tersebut mencapai 10 meter.
Infrastruktur ini diproyeksikan mampu menyediakan air baku dengan debit 11 liter per detik. Selain itu, embung akan mendukung pengairan lahan pertanian di wilayah hilir seluas sekitar 14 hektare.
Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan air, kawasan embung juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata setelah pembangunan selesai dan fasilitasnya siap dioperasikan.
Aji menjelaskan, pekerjaan konstruksi Embung Kaliombo mencakup pembangunan tubuh embung, saluran pengelak, pelimpah (spillway), jembatan penghubung, bangunan pengambilan air (intake), jaringan pipa transmisi, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, termasuk penimbunan tubuh embung dan perlindungan lereng. Penutupan saluran pengelak juga telah dilakukan sehingga embung ditargetkan mulai menampung air saat hujan turun.
“Saat ini realisasi fisik konstruksinya di 77 persen, Alhamdulillah. Dukungan penuh dari Pemda Kabupaten Rembang sehingga kami bisa on progress, deviasinya positif 7,19 persen,” terangnya.
Meski progres pembangunan melampaui target, masih ada pekerjaan yang harus dituntaskan, terutama pemasangan jaringan pipa transmisi sepanjang 3,4 kilometer. Sebagian jalur pipa melintasi jalan nasional sehingga memerlukan rekomendasi teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Aji berharap rekomendasi teknis tersebut dapat diperoleh pada akhir Oktober 2026 agar pekerjaan jaringan pipa transmisi bisa diselesaikan pada awal November.
“Saat ini kami masih dalam pengurusan untuk rekomendasi teknis dari BPJN. Insyaallah harapan kami di akhir Oktober semuanya bisa terpenuhi. Jadi, di awal November jaringan pipa transmisi sudah selesai semua,” pungkasnya.
Setelah konstruksi rampung, pengisian air embung akan berlangsung secara bertahap, bergantung pada kondisi cuaca dan curah hujan.
Berdasarkan perkiraan pelaksana proyek dengan mempertimbangkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Embung Kaliombo diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk mencapai ketinggian air operasional pada bangunan pengambilan air.
Sementara itu, pengisian hingga mencapai kapasitas penuh diperkirakan memerlukan waktu enam hingga delapan bulan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar



























