Batang (lingkarjateng.id) – Kenduri Batik menjadi puncak rasa syukur para pembatik Rifaiyah atas pengakuan eksistensinya di mata publik, dengan dipilihnya wisata alam Sikembang sebagai pusat kemeriahan Hari Batik Nasional 2026.
Dipilihnya lokasi tersebut bukan tanpa alasan, namun lebih menitikberatkan pada upaya mendekatkan manusia pada alam yang memberikan inspirasi bagi leluhur untuk menciptakan karya-karya terbaiknya dalam seni membatik.
Ketua Dekranasda Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengatakan dipilihnya kawasan hutan pinus, wisata alam Sikembang Park agar aura natural yang tersebar di pelosok hutan pinus Sikembang menjadi pengingat bagi masyarakat, supaya senantiasa menjaganya tetap lestari.
“Batik ini kan tidak lepas dari alam, seperti pewarnaan alam , lalu mengingatkan kita agar selalu menjaganya agar tidak rusak di tengah kesuksesan para pembatiknya, makanya kami pilih Kenduri Batik di tengah hutan pinus,” katanya, saat meninjau salah satu stan batik, di wisata alam Sikembang Park, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (17/10/2026).
Di tiap karya batik ada unsur-unsur alam yang tidak bisa terlepas, bahkan cenderung ada keterkaitan erat, antara manusia dengan alam itu sendiri.
“Contohnya baju batik Rifaiyah yang saya kenakan ini banyak sekali unsur alamnya, ada motif daun dan lainnya, apalagi pewarna alamnya, maka kalau kita tidak ingat sama alam, bisa jadi merusak alam kalau limbahnya tidak diolah dulu sebelum dibuang,” tegasnya.
Salah satu pegiat Batik Rifaiyah, Miftakhutin mengapresiasi digelarnya even Kenduri Batik di tengah hutan pinus Sikembang yang menjadi penyemangat para pembatik. Dipilihnya hutan pinus justru menjadikan pembatik sangat tersanjung karena ditempatkan pada suasana yang menyejukkan, sehingga bisa memunculkan inspirasi baru.
“Ini penghargaan luar biasa bagi kami, batik ternyata dihargai sedemikian rupa, saya sampai terharu. Diberi tempat yang sejuk seperti ini, bisa menjernihkan pikiran untuk terus mengabarkan keberadaan Batik Rifaiyah kepada teman-teman di luar sana,” terangnya.
Ia pun berterima kasih kepada Pemkab Batang, terutama Dekranasda yang terus mendukung penuh kiprah para pembatik agar terus berkarya.
Kesejukan udara pegunungan nyatanya memang membawa energi positif bagi pengunjung Kenduri Batik, salah satunya Lailita pekerja swasta asal Bandar yang sengaja berkunjung untuk menikmati pemandangan yang tak biasa.
Yakni pameran batik secara gratis yang digelar Pemkab Batang hingga menarik perhatiannya karena ditempatkan pada wisata alam Sikembang yang terkenal sejuk.
“Cocok banget kalau pameran batiknya di sini, asri dan sejuk banget di sini. Batiknya bagus-bagus dan bisa menginspirasi generasi muda yang mungkin jarang pakai batik, supaya lebih mencintai dan terbiasa pakai batik di kesehariannya,” ujar dia.
Ia berharap, even yang pertama kali digelar ini dapat dijadikan agenda tahunan, supaya destinasi wisata Sikembang makin dikenal dan secara perekonomian, berdampak positif bagi UMKM. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Adi Arfian



























