SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menilai persoalan kenaikan harga pangan yang terus merangkak secara langsung memengaruhi kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
“Harga kebutuhan naik terus, tapi penghasilan warga tidak ikut naik. Akibatnya daya beli jadi lemah,” ujarnya.
Menurut Heri, kenaikan harga pangan memiliki efek berantai. Ketika sebagian besar penghasilan terserap untuk memenuhi kebutuhan pokok, ruang belanja masyarakat untuk kebutuhan lain semakin terbatas. Kondisi ini berpotensi menekan omzet pedagang pasar hingga pelaku usaha kecil.
“Kalau daya beli turun, susah harapkan ekonomi bergerak. Yang jual di pasar juga ikut sepi. Ini saling terkait,” tegasnya.
Heri mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan di wilayah perkotaan.
“Jangan hanya di kota. Warga di desa juga beli kebutuhan yang sama. Kalau intervensi tidak merata, daya beli mereka tetap tertekan,” ujarnya. (adv)

Editor: Ulfa






























