SALATIGA, Lingkarjateng.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melibatkan 123 perguruan tinggi dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui penelitian, pendataan, dan pendampingan masyarakat hingga tingkat desa.
Kolaborasi tersebut mencakup KKN tematik, pendampingan usaha, pendataan rumah tidak layak huni, penanganan stunting, hingga pengembangan teknologi desalinasi air.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menyebut keterlibatan kampus penting untuk memperkuat ketepatan sasaran program. Sebab, penanganan kemiskinan tidak cukup melalui bantuan sosial atau perbaikan rumah, tetapi juga harus menyentuh persoalan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Jateng pada Maret 2026 turun menjadi 9,21 persen, dari 9,48 persen pada Maret 2025. Jumlah penduduk miskin juga berkurang 81.250 orang, dari 3,37 juta menjadi 3,29 juta orang.
Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Kamis, 15 Oktober 2026. (adv)

Editor: Ulfa































