KENDAL, Lingkarjateng.id – Sejumlah bangunan sekolah di Kabupaten Kendal membutuhkan revitalisasi. Dari total 567 SD dan SMP setempat belum seluruhnya dalam kondisi baik dan layak
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni, mengatakan bantuan revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2026 tidak menyasar semua sekolah.
“Di tahun 2026 ini ada yang mendapatkan revitalisasi. Tapi PR kami masih banyak yang harus direvitalisasi,” ujar Yanuar, Jumat, 25 September 2026.
Pada tahun 2026 terdapat 60 SD di Kendal yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Namun, jumlah tersebut belum mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan perbaikan sarana pendidikan.
“Untuk tahun 2027, SD yang kondisinya belum baik atau belum layak, kami usulkan melalui program revitalisasi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah di pusat,” katanya.
Salah satu sekolah yang masih membutuhkan perhatian tersebut adalah SD Negeri 2 Banyuurip. Berdasarkan kondisi di lapangan, sejumlah dinding tembok sekolah terlihat mengelupas. Keramik lantai di beberapa ruang kelas juga banyak yang copot dan mengalami keretakan.
Kerusakan juga terlihat pada bagian pintu dan jendela. Bahkan, terdapat dua pintu ruang yang sudah lepas. Sementara itu, plafon eternit di sejumlah ruang kelas juga banyak yang copot.
Pada salah satu ruang kelas, seluruh plafon eternit bahkan telah lepas sehingga bagian atas bangunan terlihat terbuka.
Guru SD Negeri 2 Banyuurip, Siti Asrofah, mengatakan sekolah tersebut terakhir kali mendapatkan bantuan renovasi pada 2008.
Setelah beberapa tahun kemudian kondisi bangunan mulai mengalami kerusakan, pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan bantuan rehabilitasi. Namun, hingga kini belum ada realisasi.
“Kondisi SD Negeri 2 Banyuurip ini sangat memprihatinkan, kasihan anak-anak. Apalagi ini mau musim hujan, kalau hujan atapnya ada yang bocor,” ungkap Siti.
Dari enam ruang kelas SDN 2 Banyuurip, empat di antaranya sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Tidak hanya ruang kelas, kondisi ruang guru juga memerlukan perbaikan. Pintu ruang guru bahkan sudah copot dan sementara ditutup menggunakan triplek.
“Gedung perpustakaan juga sudah rusak dan bocor. Harapannya bisa segera dapat bantuan perbaikan agar anak-anak aman dan nyaman saat belajar,” tambahnya.
Sebelumnya Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari juga telah memerintahkan Disdikbud untuk segera melakukan pengecekan umtuk diusulkan revitalisasi tahun 2027.
“Ini dari Disdikbud akan segera melakukan pengecekan. Nanti akan kami usulkan untuk revitalisasi di tahun 2027,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























