KUDUS, Lingkarjateng.id – Pembangunan Gedung Kudus Sehat di kompleks RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menunjukan progres positif. Saat ini, proses pembangunan gedung tersebut tengah memasuki tahap pengerjaan struktur.
Hingga Minggu ke-17, realisasi pekerjaan mencapai 33,39 persen. Kondisi ini lebih tinggi dibandingkan progres yang direncanakan sebesar 33,075 persen.
Plt Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Andini Aridewi, mengatakan bahwa berdasarkan rekap progres pekerjaan, capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan pembangunan 0,318 persen lebih cepat dari rencana.
“Saat ini pengerjaan berada pada tahap struktur. Target bulan ini seluruh struktur bangunan, mulai dari lantai 1 sampai lantai 7, sudah selesai,” katanya.
Andini mengatakan capaian progres yang berada sedikit di atas rencana menjadi bagian yang terus dipantau dalam pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, pengendalian pekerjaan diperlukan agar pembangunan tetap berjalan sesuai jadwal. Selain itu juga sekaligus memastikan setiap tahapan dikerjakan sesuai ketentuan spesifikasi teknis dan mutu yang telah ditetapkan.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap progres pembangunan agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan target waktu dan ketentuan yang telah ditetapkan. Percepatan progres harus tetap diikuti dengan perhatian terhadap kualitas pekerjaan,” jelasnya.
Pembangunan Gedung Kudus Sehat merupakan bagian dari pengembangan fasilitas dan layanan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Gedung tersebut dibangun di lokasi bekas Plaza Matahari Kudus dan sebelumnya telah dilakukan peletakan batu pertama pada 19 Mei 2026 oleh Bupati Kudus.
Pelaksanaan pembangunan proyek pembangunan Gdung Kudus Sehat dikerjakan oleh PT Gala Tama, Semarang, dengan nilai penawaran sebesar Rp91,45 miliar.
Gedung Kudus Sehat direncanakan untuk mendukung pengembangan berbagai fasilitas pelayanan. Berdasarkan rencana pembangunan yang disampaikan sebelumnya, fasilitas tersebut antara lain mencakup poliklinik, Medical Check Up (MCU), farmasi, rehabilitasi medik, klinik estetika, radiologi, serta ruang rawat inap VIP dan VVIP. Selain fasilitas pelayanan kesehatan, bangunan tersebut juga dirancang memiliki fasilitas pendukung area pelayanan publik.
Jurnalis: Nisa Hafidzotus S.
Editor: Muslichul Basid
































