REMBANG, Lingkarjateng.id – Sejumlah siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 3 September 2026. Sebanyak 18 orang sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Lasem karena mengalami diare dan badan lemas.
Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, mengatakan pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdiri atas 13 siswa SMAN 1 Lasem dan lima guru.
“Dari pengecekan di Puskesmas Lasem, ada 18 orang yang mendapatkan penanganan di UGD, terdiri dari 13 siswa dan 5 guru. Keluhannya badan lemas akibat diare,” jelas Joko.
Dari 18 orang tersebut, Joko menyebut 15 pasien telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan observasi. Mereka diminta melanjutkan pemulihan di rumah.
Sementara itu, tiga siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem. Joko menyebut kondisi ketiganya masih dipantau, terutama untuk mengantisipasi dehidrasi akibat diare.
“Yang tinggal tiga siswa. Kita anggap belum sembuh total, sehingga masih kita pantau supaya tidak terjadi dehidrasi,” jelasnya.
Meski keluhan muncul setelah para siswa dan guru mengonsumsi MBG, Puskesmas Lasem belum memastikan makanan tersebut sebagai penyebab gangguan kesehatan.
Joko menyebut pemeriksaan masih dilakukan untuk mengungkap faktor yang memicu diare yang dialami para pasien.
“Kami masih mendalami terkait penyebab diare,” ujarnya.
Sementara itu, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua atas kejadian tersebut.
Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyatakan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan siswa maupun guru yang menjalani perawatan.
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh biaya pengobatan pasien yang terdampak akan ditanggung pihak SPPG.
“Semua pengobatan kami pastikan gratis dan dicover total. Kami bertanggung jawab penuh atas pemulihan kesehatan para siswa dan guru,” tegasnya.
Selain memastikan penanganan medis, SPPG Soditan Lasem akan mengevaluasi operasional dapur yang memasok makanan program MBG ke sekolah.
Evaluasi tersebut meliputi tahapan pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pendistribusian makanan.
“Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Vicky Rio
Editor: Muslichul Basid































