KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kendal secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap penggunaan dana hibah sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal.
Monitoring tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan pemerintah daerah untuk memastikan dana hibah dimanfaatkan sesuai peruntukan, sekaligus mendukung kelancaran proses pembangunan RSNU hingga dapat segera beroperasi.
Kepala Bakesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, mengatakan pihaknya rutin mengikuti rapat teknis pembangunan RSNU yang digelar setiap Rabu dan dipimpin Ketua Panitia Pembangunan RSNU, Sugiono.
Dalam rapat tersebut, pihaknya turut melihat langsung perkembangan pembangunan sekaligus mendengarkan laporan mengenai penggunaan anggaran dan progres pekerjaan.
“Kami melihat, mendengar, sharing dan berdiskusi. Di situ juga ada manajemen konstruksi, mandor, vendor dan pelaksana,” kata pria akrab disapa Febi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Selain itu, Febi menyebut pihaknya bersama tim teknis, diantaranya Disperkim, DPUPR, Dinas Kesehatan dan OPD lain juga melaksanakan monitoring berkala.
“Minimal seminggu sekali kita ke lokasi,” ujarnya.
Febi mengungkapkan bahwa dari hasil monitoring yang dilakukan, progres pembangunan RSNU terus menunjukkan perkembangan yang baik. Menurutnya, pengelolaan dana hibah juga selalu dilaporkan dalam setiap rapat teknis.
“Progresnya baik dan selalu naik. Ini sudah minggu ketiga dan setiap satu minggu sekali ada rapat teknis. Kelembagaan juga wajib mengirimkan progres pekerjaan secara periodik. Sehingga kami yakin Rp20 miliar tersebut akan terserap dengan sangat baik dan administrasinya juga baik,” terangnya.
Febi berharap panitia dan pelaksana pembangunan RSNU Kendal tetap mengedepankan tertib administrasi, tertib waktu, dan tertib dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pihaknya juga telah melakukan pengecekan dari berbagai sisi, termasuk aspek keamanan, guna memastikan pembangunan berjalan tanpa kendala berarti.
“Kami ingin Rp20 miliar tersebut benar-benar terserap sesuai peruntukannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, monitoring dan evaluasi secara berkala merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan dana hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten Kendal.
“Melalui monev yang kita lakukan rutin, penggunaan dana hibah dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid

































