KENDAL, Lingkarjateng.id – PT Foodindo Dwivestamas meresmikan operasional pabrik baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kabupaten Kendal, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Fasilitas produksi senilai Rp190 miliar itu menjadi bagian dari langkah ekspansi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat penetrasi pasar domestik dan internasional.
Pabrik tersebut menyerap sekitar 150 tenaga kerja dan beroperasi selama 24 jam setiap hari. Dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton per tahun, fasilitas itu disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri maupun ekspor.
Direktur PT Foodindo Dwivestamas, Lucky Rumengan, mengatakan pengoperasian pabrik di KEK Kendal merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi di industri pangan.
“Peresmian fasilitas produksi ini menandai babak baru bagi Foodindo. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan teknologi manufaktur yang lebih modern, kami siap meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pangsa pasar, baik di Indonesia maupun pasar ekspor,” ujar Lucky.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas baru tersebut akan menjadi penopang pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Selain memenuhi kebutuhan pasar nasional, perusahaan juga terus memperluas pasar ekspor ke sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Dubai.
PT Foodindo Dwivestamas merupakan produsen saus, bumbu, dan seasoning yang berdiri di Cikarang, Jawa Barat, sejak 2007. Melalui merek MYTASTE, perusahaan memproduksi beragam sambal, saus bercita rasa Asia dan Barat, serta bumbu marinasi yang telah memenuhi standar keamanan pangan internasional.
Produk Foodindo saat ini dipasarkan melalui berbagai jaringan ritel modern di Indonesia, di antaranya Hypermart, Ranch Market, Papaya, Grand Lucky, Hero Supermarket, Lotte Mart, AEON, dan Farmers Market.
Sementara itu, Executive Director PT Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, menilai mulai beroperasinya pabrik Foodindo menunjukkan perkembangan positif realisasi investasi di KEK Kendal.
“Investasi di KEK Kendal terus bergerak dari tahap pembangunan menuju aktivitas produksi. Kehadiran Foodindo juga memperkuat pengembangan klaster industri makanan dan minuman di kawasan,” katanya.
Menurut Juliani, industri makanan dan minuman memiliki prospek yang menjanjikan di Jawa Tengah.
Ia berharap bertambahnya perusahaan yang beroperasi di KEK Kendal mampu membentuk ekosistem industri pangan yang terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku, produksi bumbu dan seasoning, pengemasan, hingga distribusi.
Integrasi rantai pasok tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi industri, memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha manufaktur, serta mendorong daya saing produk pangan Indonesia di pasar global.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Rosyid





























