REMBANG, Lingkarjateng.id – Musim tanam tembakau 2026 membawa angin segar bagi ribuan petani di Kabupaten Rembang. Kondisi cuaca yang mendukung membuat produktivitas petani meningkat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengungkapkan hingga semester pertama 2026, luas tanam tembakau telah mencapai 7.440 hektare. Mayoritas lahan tersebut merupakan pola kemitraan dengan perusahaan rokok menggunakan varietas Nori.
“Tahun ini petani tembakau terlihat sumringah karena cuaca sangat mendukung. Luas tanam sementara mencapai 7.440 hektare,” kata Agus, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, produktivitas tembakau kemitraan rata-rata mencapai 1,5 hingga 2 ton per hektare. Dengan harga jual berkisar Rp35 ribu per kilogram, komoditas ini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Agus memperkirakan selama satu musim tanam yang berlangsung sekitar enam bulan, perputaran uang dari sektor tembakau di Kabupaten Rembang dapat mencapai sekitar Rp455 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas budidaya, panen, hingga transaksi hasil tembakau yang melibatkan ribuan petani, buruh tani, pedagang, dan pelaku usaha lainnya.
“Selama kurang lebih enam bulan musim tembakau, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp455 miliar dan beredar di Kabupaten Rembang,” jelasnya.
Meski prospek usaha tembakau tahun ini cukup menjanjikan, Agus mengakui petani masih dihadapkan pada persoalan kenaikan harga pupuk, khususnya pupuk ZA dan ZK yang tidak termasuk dalam program pupuk bersubsidi.
Untuk membantu meringankan beban petani, ia mengatakan Pemkab Rembang mengalokasikan sebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) guna pengadaan pupuk.
“Kemarin kami mendapat arahan dari Pak Bupati agar DBHCHT digunakan salah satunya untuk pembelian pupuk. Kita mendapat alokasi Rp2,3 miliar,” ujarnya.
Melalui anggaran tersebut, pemerintah akan menyalurkan 223 ton pupuk kepada kelompok tani. Bantuan itu ditargetkan mulai diterima petani pada pertengahan Juli 2026 agar dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas tembakau musim ini.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar































