KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, berharap Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur di Dusun Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, terus melahirkan generasi santri yang memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus berakhlak mulia.
Harapan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Tika saat menghadiri Pengajian Umum Haul ke-55 KH. Ahmad Nur Fathoni di Ponpes An-Nur pada Selasa, 7 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Tika menyampaikan bahwa peringatan haul tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa pendiri Ponpes An-Nur, tetapi juga mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi ajang mempererat silaturahmi. Kami berharap Pondok Pesantren An-Nur terus melahirkan santri-santri yang memiliki ilmu agama yang kuat, rajin beramal saleh, serta memiliki moral dan budi pekerti yang luhur,” tuturnya.
Ponpes An-Nur sendiri dikenal sebagai salah satu pondok pesantren tertua di Kecamatan Pegandon. Sejak didirikan KH. Ahmad Nur Fathoni, lembaga pendidikan tersebut terus berkembang dengan memadukan pendidikan agama dan pendidikan umum dalam mencetak generasi muslim yang berilmu dan berakhlak.
Mewakili keluarga besar Ponpes An-Nur, Gus M. Kalil mengajak seluruh santri, alumni, dan masyarakat untuk terus menjaga serta melestarikan warisan perjuangan pendiri pesantren.
“Ini adalah wujud dari perjuangan Mbah KH. Ahmad Nur Fathoni. Mari kita nguri-uri seluruh peninggalan beliau, sebab pondok ini adalah milik njenengan semua,” katanya.
Kepala Desa Tegorejo, Udiyono, menilai sosok KH. Ahmad Nur Fathoni telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan Islam di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan Ponpes An-Nur hingga kini masih memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Beliau adalah ulama kharismatik yang memperjuangkan agama Islam. Pondok yang beliau dirikan sampai sekarang semakin pesat. Masyarakat Tegorejo sangat berterima kasih atas perjuangan beliau, sehingga setiap tahun selalu mengenangnya melalui haul dan bersama-sama memanjatkan doa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga menyelenggarakan pendidikan umum sehingga mampu membentuk karakter generasi muda yang beriman sekaligus memiliki kemampuan akademik.
“Harapan pemerintah, generasi muda ke depan tidak hanya pintar, tetapi juga mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak boleh karena memiliki bekal iman yang kuat dari ilmu agama yang berjalan beriringan dengan ilmu umum,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pegandon, Junaedi, mengapresiasi keluarga besar Ponpes An-Nur dan masyarakat yang terus menjaga tradisi haul sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Pegandon, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren An-Nur Kersan serta seluruh masyarakat yang telah menjaga tradisi haul ini,” katanya.
“Semoga keteladanan KH. Ahmad Nur Fathoni terus menginspirasi kita untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama demi kemajuan Kecamatan Pegandon dan Kabupaten Kendal,” pungkasnya.
Jurnalis: Elza Nur Fauziah
Editor: Rosyid






























