GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan memberikan penjelasan terkait sejumlah kendala teknis yang sempat muncul pada pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan, M Irfan, mengatakan permasalahan yang terjadi pada awal pelaksanaan terutama berkaitan dengan sistem penentuan lokasi domisili calon peserta didik. Akibatnya, sejumlah wilayah yang seharusnya masuk dalam cakupan ring Purwodadi tidak terdeteksi oleh sistem.
“Kemarin kendalanya di lokasi, misalnya di sekitar Pasar Induk Purwodadi, masih dalam ring Purwodadi tetapi tidak muncul. Tetapi sekarang sudah lancar,” jelasnya saat meninjau pelaksanaan SPMB di SDN 4 Purwodadi, Selasa, 23 Juni 2026.
Selain itu, pada hari kedua sempat ditemukan gangguan pada sistem pemeringkatan usia calon murid. Namun, perbaikan segera dilakukan sehingga proses seleksi kembali berjalan normal.
“Siang ini tidak ada kendala. Kalau tadi pagi pada sistem pemeringkatan, yang usianya tua kan harusnya di atas, nah ini sudah dibetulkan dan sekarang lancar,” ujar Irfan.
Menurutnya, penerapan sistem pendaftaran secara daring memberikan kemudahan bagi masyarakat karena proses pendaftaran dapat dilakukan tanpa harus datang langsung ke sekolah. Tahun ini terdapat enam sekolah dasar negeri di Purwodadi yang menerapkan sistem tersebut, yakni SDN 2, SDN 3, SDN 4, SDN 9, SDN 12, dan SDN 16 Purwodadi.
“Sistem online ini lebih mudah dan lebih efisien. Ini pertama kali dilaksanakan Dinas Pendidikan dan ada enam SD yang melaksanakannya, yakni SDN 2, SDN 3, SDN 4, SDN 9, SDN 12, dan SDN 16 Purwodadi,” katanya.
Ia berharap seluruh tahapan SPMB online dapat berlangsung lancar hingga pengumuman hasil seleksi. Selain memudahkan orang tua, sistem yang terintegrasi juga dinilai membantu kinerja panitia sekolah.
“Orang tua bisa mendaftar dari mana saja, pagi, siang, maupun sore tanpa harus datang ke sekolah. Bagi panitia juga lebih ringan karena semuanya sudah terintegrasi dalam sistem,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, SPMB SD di Grobogan membuka tiga jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, dan mutasi. Jalur domisili menjadi jalur utama dengan alokasi kuota mencapai 85 persen.
“Kalau nanti kuota afirmasi dan mutasi tidak terpenuhi, bisa masuk ke domisili karena kuota terbesar memang di jalur domisili. Untuk SD tidak ada jalur prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN 4 Purwodadi, Fera Andriana, menyebut sekolahnya menyediakan dua rombongan belajar pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan total daya tampung 56 siswa.
“Kita buka dua kelas, masing-masing 28 siswa. Jadi total kami menerima 56 murid baru sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Fera mengakui sejumlah orang tua sempat mengalami kesulitan saat menggunakan sistem pada hari pertama. Salah satu kendala yang muncul berkaitan dengan proses verifikasi data calon peserta didik yang berasal dari taman kanak-kanak di bawah naungan Kementerian Agama.
“Banyak TK yang berada di bawah naungan Kementerian Agama sehingga kemarin sempat terkendala verifikasi. Alhamdulillah sekarang sudah lancar,” ujarnya.
Meski sebagian besar persoalan telah teratasi, pihak sekolah tetap membuka layanan pendampingan bagi orang tua yang membutuhkan bantuan dalam proses pendaftaran.
“Kami membuka ruang konsultasi untuk membantu orang tua yang masih awam dengan sistem online ini,” jelasnya.
Menurut Fera, sistem penerimaan murid baru secara online juga meningkatkan transparansi karena seluruh proses seleksi dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
“Dengan sistem online ini tidak ada titip-titipan. Bahkan meskipun ada kakaknya yang sekolah di SDN 4, tetap harus mengikuti sistem yang berlaku. Justru sekarang lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid































