KENDAL, Lingkarjageng.id – Polres Kendal menggelar Apel Siaga Bhayangkara untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Kendal, Jumat, 7 Agustus 2025, melibatkan 170 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Apel dipimpin Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy serta dihadiri Wakapolres Kendal Kompol Tegoeh Boedi Prasetijo bersama jajaran pejabat utama Polres Kendal.
Sebanyak 170 personel yang diterjunkan terdiri atas 120 personel Siaga Bhayangkara Polres Kendal, 30 personel TNI, 10 personel BPBD, dan 10 personel Dinas Pemadam Kebakaran.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kesiapan sekaligus komitmen bersama antara Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kendal.
Langkah antisipasi itu dilakukan seiring data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut wilayah Jawa Tengah memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya dinilai meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama sehingga seluruh personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat.
“Kami menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan, mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta melakukan penanganan secara cepat sesuai SOP. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Setelah apel, seluruh personel melakukan pengecekan kendaraan operasional dan peralatan khusus milik Polri maupun instansi terkait. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network

































