PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pekalongan menggelar audiensi terbuka di depan Alun-alun Kajen, Rabu sore, 17 Juni 2026.
Sebelum berkumpul di lokasi audiensi, massa aksi terlebih dahulu melakukan long march dari Makam Pahlawan menuju depan Alun-alun Kabupaten Pekalongan. Sepanjang kegiatan, aksi berjalan tertib dan kondusif, dengan Pengawalan Ketat dari personel Polres Pekalongan.
Koordinator lapangan aksi, Wisnu Akbar, menyampaikan bahwa pihaknya membawa sejumlah isu strategis, baik nasional maupun lokal. Untuk isu nasional, PMII menyoroti evaluasi program MBG dan KDMP, kepemimpinan pemerintahan Prabowo-Gibran, transparansi dan evaluasi APBN, serta isu dwi fungsi TNI dan Polri.
“Selain itu, kami juga mengangkat isu lokal, seperti persoalan lingkungan hidup termasuk regulasi dan galian ilegal, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan gedung, serta evaluasi penggunaan APBD,” ujar Wisnu.
Menanggapi aksi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menilai kegiatan yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa dan daerah.
“Ini bukti kecintaan sahabat-sahabat PMII terhadap republik ini. Mereka mengangkat isu-isu penting yang langsung menyentuh masyarakat,” kata Sukirman.
Ia menambahkan, sejumlah aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan ditindaklanjuti, termasuk menyampaikannya ke pemerintah pusat. Untuk isu lokal, seperti kerusakan jalan dan aktivitas galian C, pemerintah daerah memastikan hal tersebut menjadi perhatian serius.
Terkait kondisi jalan di wilayah Pantianom yang ambles dan berpotensi mengancam jembatan, Sukirman memastikan penanganannya telah masuk dalam anggaran tahun 2026.
“Pantianom sudah masuk dalam anggaran tahun ini. Insyaallah 2026 ini selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa menjadi perhatian bersama. Pihaknya akan berupaya mengomunikasikan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat maupun pimpinan partai.
“Kami akan mencoba mengomunikasikan ini ke pemerintah pusat dan juga pimpinan partai. Di daerah, tentu kami akan melakukan upaya-upaya agar aspirasi mahasiswa bisa terpenuhi,” kata Munir.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memaknai aksi tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami situasi ini sebagai bagian dari perjuangan menuju masyarakat yang sejahtera, serta bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid

































