Semarang (lingkarjateng.id) – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Semarang kembali menghadapi persoalan ketimpangan jumlah pendaftar.
Salah satunya di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, jumlah calon peserta didik yang mendaftar pada hari terakhir mencapai 106 anak, sementara daya tampung sekolah hanya tersedia untuk 84 siswa atau tiga rombongan belajar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi D DPRD Kota Semarang saat melakukan pemantauan langsung ke sekolah bersama Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan pada Jumat (12/6).
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, mengatakan fenomena membludaknya pendaftar di sejumlah sekolah negeri favorit masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan SPMB. Di sisi lain, masih terdapat sekolah negeri yang belum mampu memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan solusi sejak awal bagi calon peserta didik yang tidak lolos seleksi agar tetap mendapatkan akses pendidikan di sekolah lain.
“Di SDN Kalibanteng Kidul 01 ini kuotanya 84 siswa, sementara pendaftarnya mencapai 106 anak. Kondisi seperti ini harus segera diantisipasi agar anak-anak yang belum tertampung tetap bisa bersekolah,” ujarnya.
Mualim juga menekankan pentingnya transparansi saat proses seleksi. Ia meminta sekolah dan Dinas Pendidikan memberikan penjelasan yang mudah dipahami masyarakat terkait mekanisme penentuan kelulusan, jika terdapat peserta dengan nilai maupun usia yang berdekatan.
Selain itu, Komisi D menilai sekolah yang setiap tahun mengalami lonjakan pendaftar perlu dievaluasi untuk kemungkinan penambahan kapasitas, baik melalui penambahan ruang kelas maupun rombongan belajar baru.
“Kalau setiap tahun peminatnya jauh melebihi kuota, tentu perlu dipikirkan penambahan kapasitas. Ini bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang,” katanya.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, mengingatkan para orang tua agar aktif memantau jurnal pendaftaran hingga batas akhir yang ditentukan.
Ia menjelaskan, selama sistem masih dibuka hingga pukul 23.59 WIB, orang tua masih memiliki kesempatan memindahkan pilihan sekolah apabila peluang diterima di sekolah tujuan dinilai kecil.
“Perubahan pilihan sekolah bisa dilakukan berkali-kali selama masa pendaftaran belum ditutup. Kami minta orang tua memanfaatkan fitur tersebut agar peluang diterima lebih besar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Kalibanteng Kidul 01, Rumiyati, mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya bukan hal baru.
Bahkan pada pelaksanaan penerimaan siswa tahun sebelumnya, jumlah pendaftar jalur pilihan pertama hampir menyentuh angka 200 anak. “Tahun ini kuota hanya 84 siswa, sedangkan yang mendaftar 106 anak. Setiap tahun memang selalu terjadi kelebihan pendaftar,” ujarnya. ***
Jurnalis : Syahril Muadz
Editor : Redaksi































