Semarang (lingkarjateng.id) – Dari analisa BMKG, kekeringan panjang yang disebabkan kemunculan El Nino Godzilla atau kemarau dengan kekuatan besar mengakibatkan lahan pertanian seluas 30.000 hektare turut terdampak.
Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai dialog menyambut masa pengenalan mahasiswa baru di Muladi Dome, kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang, Kamis (6/8/2026).
Sebagai solusi, pihaknya telah menyiapkan sejumlah penanganan di sektor pertanian. “Jadi jauh sebelumnya kita sudah siapkan pompanisasi, irigasi, oplah sampai bibit tahan kekeringan. Itu sudah kita siapkan semua,” kata Amran.
Ia mengklaim luasan lahan kekeringan yang mencapai 30.000 hektare, akan tetapi prosentasenya hanya 0,001-0,003 persen. Untuk mengatasi dampak El Nino, pihaknya menyiapkan pompanisasi alat khusus, membenahi saluran irigasi dan penanggulangan lainnya.
“Kami dorong ini kebetulan tim saya sedang disini. Kita lakukan pompanisasi, perbaiki irigasi,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai jumlah pasokan beras untuk kebutuhan program swasembada pangan, Amran memastikan masih tercukupi sampai tahun depan. Sementara itu untuk stok kebutuhan jagung, lanjut Amran, berharap juga bisa terpenuhi seperti pasokan beras.
“Insyallah aman. Semuanya beras jagung semoga aman,” urainya.
Sebelumnya, Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, melaporkan, operasi penyaluran air bersih akibat kekeringan saat ini telah menjangkau 14 kabupaten/kota. Sebanyak 2,2 juta liter air bersih telah disalurkan melalui 433 kali distribusi menggunakan 18 truk tangki.
“Bantuan tersebut telah menjangkau 88 desa di 48 kecamatan dengan total 109.317 penerima manfaat,” ujar Haryanto saat ditemui di sela acara pelantikan pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026–2031, pada Jumat (31/7/2026).
Meski demikian, Haryanto mengakui distribusi masih terkendala keterbatasan armada karena belum seluruh PMI kabupaten/kota memiliki truk tangki.
“Setelah dilantik, kami bersama seluruh pengurus akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, pembinaan relawan dan generasi muda, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tandasnya. ***
Jurnalis : Rizky
Editor : Redaksi































