PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, meminta jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci agar menjadi teladan dalam menjaga akhlak dan moral di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Sukirman saat menyambut kepulangan jemaah haji kloter 12 di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin, 8 Juni 2026.
Sukirman menegaskan predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ketakwaan, akhlak, serta kepedulian sosial.
“Pesan yang selalu disampaikan para kiai adalah bagaimana setelah pulang haji kita dapat terus meningkatkan ketakwaan. Makna haji mabrur dan mabruroh adalah adanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, jemaah haji memiliki peran strategis sebagai panutan, terutama dalam menjaga nilai-nilai moral di tengah dinamika pembangunan daerah.
“Yang tidak kalah penting, para jemaah diharapkan dapat turut menjaga keseimbangan akhlak dan moral dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” kata Sukirman.
Sebanyak 353 jemaah asal Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam kloter 12 berangkat ke Tanah Suci pada 24 April 2026. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, mereka kembali ke tanah air dan disambut hangat oleh pemerintah daerah serta keluarga.
Di tengah suasana bahagia, kabar duka turut menyelimuti kepulangan tersebut. Dua jemaah dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji, yakni H. Siti Rahayu dari Desa Lambanggelun dan H. Supeno dari Desa Kwagean.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan belasungkawa dan mengajak masyarakat mendoakan agar keduanya mendapatkan husnul khatimah.
Rasa syukur juga diungkapkan para jemaah, salah satunya Wirham bersama istrinya Niti Mutmainah asal Kecamatan Kandangserang, yang akhirnya dapat menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 14 tahun.
“Alhamdulillah kami bisa menjalankan ibadah haji dari awal sampai akhir dalam keadaan selamat. Kami dapat melaksanakan rukun haji, wajib haji, dan sunnah-sunnah haji,” ujarnya.
Menurut Wirham, kebersamaan selama menjalankan ibadah haji menciptakan hubungan yang erat di antara jemaah. Ia mengaku merasa haru saat harus berpisah dengan rekan-rekan seperjalanan setelah kembali ke tanah air.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing dan teman-teman yang selalu akrab, menyenangkan, dan menggembirakan. Saat kembali ke keluarga dan harus berpisah dengan teman-teman, rasanya berat,” katanya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid




























