BOYOLALI, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Boyolali menyiapkan rangkaian kegiatan spektakuler untuk memperingati Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali tahun 2026.
Mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”, perayaan akan diwarnai berbagai agenda budaya, seni, kuliner, olahraga, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 melalui Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival yang diprediksi menjadi magnet ribuan pengunjung. Selain itu, sejumlah kegiatan unggulan lain seperti Merbabu Art Festival (Merbabu Art Fest), Festival Soto Nusantara, pengajian akbar, donor darah, hingga bakti sosial juga telah disiapkan.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali, Syawalludin, mengatakan tema yang diusung tahun ini memiliki makna mendalam terkait arah pembangunan daerah.
“Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Syawalludin dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali.
Menurutnya, frasa Boyolali Bersolek mencerminkan semangat daerah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pembangunan. Sementara Merawat Tradisi menjadi pengingat agar nilai gotong royong, toleransi, kerukunan, dan kebersamaan tetap dijaga oleh seluruh masyarakat.
Adapun Memoles Potensi merupakan ajakan untuk mengoptimalkan sektor unggulan Boyolali seperti peternakan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata agar semakin mampu bersaing di masa depan.
Pemkab Boyolali Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Pohon
Dalam peringatan tahun ini, Pemkab Boyolali juga melanjutkan gerakan ramah lingkungan dengan mengimbau instansi pemerintah, perusahaan, maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat Hari Jadi Boyolali untuk mengganti karangan bunga dengan bibit pohon.
Bibit yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk penghijauan di sejumlah kawasan, termasuk bantaran sungai, jembatan, dan lokasi yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.
“Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup,” kata Syawalludin.
Rangkaian Hari Jadi: Kirab Obor hingga Merbabu Art Festival
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Boyolali, Budi Prasetyaningsih, menjelaskan rangkaian kegiatan akan dimulai pada Kamis, 4 Juni 2026 dengan khataman di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.
Pada malam harinya akan digelar Kirab Obor dan Niti Tilas dari Rumah Dinas Bupati menuju Kali Gede yang diikuti 22 camat se-Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut menjadi simbol semangat persatuan dan pembangunan daerah.
Selanjutnya pada Jumat, 5 Juni 2026, akan dilaksanakan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran yang dilanjutkan dengan pembukaan Merbabu Art Festival 2026.
Agenda lain yang diperkirakan menarik perhatian masyarakat adalah Festival Soto Nusantara yang akan digelar di kawasan Patung Susu Murni Boyolali. Festival tersebut menghadirkan berbagai varian soto khas Indonesia, mulai dari Soto Boyolali, Soto Sokaraja, Soto Lamongan, hingga soto dari berbagai daerah lainnya. Nantinya, sebanyak 500 porsi soto disiapkan untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.
Selain itu, rangkaian Hari Jadi Boyolali juga akan diisi berbagai kegiatan kesenian, hiburan rakyat, olahraga, donor darah, bakti sosial, panen raya, pembagian sembako, hingga pengajian akbar pada 26 Juni 2026.
Salah satu agenda budaya yang paling dinantikan masyarakat adalah Merbabu Art Festival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam. Penggagas kegiatan, Harmoko, mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah “Titi Jagat”, yang bermakna ruang kesadaran untuk mengingatkan manusia agar selalu rendah hati dan menghormati warisan para pendahulu.
“Titi Jagat adalah ruang kesadaran. Kita diajak untuk menyelaraskan diri dan menghargai warisan para pendahulu,” ujar Harmoko.
Menurutnya, pertunjukan tahun ini juga melibatkan pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Boyolali yang telah menjalani proses latihan selama tiga bulan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, menegaskan Hari Jadi ke-179 Boyolali harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Menurutnya, Boyolali memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang perlu terus dikembangkan secara bersama-sama.
“Potensi Boyolali sangat besar. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan budaya, lingkungan, kuliner, dan pemberdayaan masyarakat tersebut, Hari Jadi ke-179 Boyolali diharapkan tidak hanya menjadi perayaan yang meriah, tetapi juga mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong kemajuan Boyolali di masa mendatang.

































