SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyatakan persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan di Kota Salatiga. Ia menyebut sekitar 70 hingga 80 persen sampah di Salatiga merupakan sampah organik yang berasal dari rumah tangga.
Oleh karena itu, Robby mendorong masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
Menurutnya, sampah organik tersebut selanjutnya dapat diolah menjadi kompos menggunakan metode biopori guna mengurangi volume sampah kota.
“Kalau pengelolaan sampah dimulai dari keluarga, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,” katanya, katanya dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut Robby, langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah akan memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
“Langkah itu harus dilakukan agar sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir berkurang,” ujarnya.
Selain itu, Robby juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan lingkungan. Ia menegaskan sinergi antara Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menjadi kekuatan utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Menurutnya, keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi antara warga, Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas harus terus diperkuat agar lingkungan tetap aman dan nyaman,” ucapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid































