Kendal (lingkarjateng.id) – Masyarakat di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan bersih. Salah satunya mengelola sampah, melalui program tabungan sampah plastik yang dikelola TPS 3R KMP Rejo Mulyo.
Program tersebut menjadi upaya nyata warga dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik rumah tangga. Tak hanya membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui sistem tabungan sampah, warga mengumpulkan sampah plastik dari rumah masing-masing untuk kemudian disetorkan ke TPS 3R KMP Rejo Mulyo saban hari Jumat sore. Sampah yang disetor nantinya ditimbang dan dicatat layaknya tabungan biasa.
Warga terlihat antusias datang membawa kantong berisi botol plastik, gelas plastik bekas, hingga berbagai jenis sampah plastik rumah tangga lainnya yang sebelumnya telah dipilah. Dalam sekali setor, rata-rata warga membawa sekitar tiga hingga lima kilogram sampah plastik.
Pihak pengelola TPS 3R KMP Rejo Mulyo memberikan nilai tabungan Rp700 per kilogram sampah plastik yang disetorkan warga. Hasil tabungan tidak langsung dicairkan, melainkan dikumpulkan hingga menjelang hari raya agar dapat membantu kebutuhan masyarakat.
Konsep tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari warga. Selain dapat membantu menambah pemasukan, masyarakat juga menjadi lebih disiplin dalam memilah sampah rumah tangga.
“Program tabungan sampah sengaja dibuat agar masyarakat lebih termotivasi menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Sunoto, Ketua TPS 3R KMP Rejo Mulyo.
“Untuk warga sistemnya menabung, nanti kita bayarnya pas hariraya. Jadi hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga saat lebaran,” imbuhnya.
Menurutnya, pengelola TPS juga berencana membuat inovasi baru dengan menghadirkan pilihan penukaran hasil tabungan sampah menjadi emas mini. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin menarik minat masyarakat untuk aktif menabung sampah plastik.
“Ke depan kami juga ingin tabungan itu bisa ditukar emas kecil supaya warga semakin semangat. Antusias warga sekarang cukup tinggi,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, saat ini jumlah sampah plastik yang berhasil dikumpulkan warga mencapai sekitar satu ton tiga kuintal. Jumlah tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Sampah plastik yang terkumpul nantinya tidak hanya dijual begitu saja, tetapi juga akan diolah menggunakan mesin bantuan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menjadi bahan petasol,” jelas Sunoto.
Salah satu warga penabung sampah, Siti Amanah, mengaku rutin mengikuti program tersebut setiap pekan. Ia mengatakan kebiasaan memilah sampah kini mulai dilakukan seluruh anggota keluarganya di rumah.
Menurutnya, meski jumlah sampah yang ditabung tidak selalu sama setiap minggu, hasilnya cukup membantu ketika dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu.
“Kalau di rumah sekarang plastik tidak dibuang begitu saja. Dikumpulkan dulu untuk ditabung. Lumayan hasilnya nanti buat tambahan kebutuhan,” kata Siti Amanah.
Program tabungan sampah di Desa Margorejo ini pun menjadi contoh bagaimana pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan efektif apabila didukung kesadaran warga dan pengelolaan yang konsisten.***
Jurnalis : Elza Nur Fauziah
Editor : Fian






























