KUDUS, Lingkarjateng.id – Dinas Sosial (Dinsos) P3AP2KB Kabupaten Kudus mengungkapkan keluarga Sutinah, warga yang sebelumnya tinggal di lorong sempit dengan kondisi serba terbatas di Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, telah menerima sejumlah bantuan sosial (bansos).
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, menyampaikan bahwa Sutinah masuk kategori desil satu atau kelompok masyarakat paling miskin. Ia menjelaskan, sejak 2024 keluarga tersebut sudah mendapatkan berbagai bantuan sosial dari pemerintah.
“Mulai 2024 dapat bantuan sembako, 2025 terdaftar PBI (kesehatan), 2026 Januari–Maret juga dapat, nanti April–Juni juga dapat,” jelasnya saat mengunjungi keluarga Sutinah yang kini tinggal di kios Pasar Jepang, Rabu, 6 Mei 2026.
Meski demikian, Putut menyebut Sutinah belum mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) karena terganjal persetujuan dari Kementerian Sosial.
Pihaknya pun memastikan akan segera mengusulkan ulang agar keluarga tersebut masuk sebagai penerima manfaat.
“PKH belum, nanti kita usulkan untuk masuk bantuan PKH,” katanya.
Sementara itu, kondisi tempat tinggal keluarga Sutinah kini mulai membaik setelah untuk sementara menempati salah satu kios di Pasar Jepang, Desa Jepangpakis. Sebelumnya, mereka harus bertahan hidup di ruang sempit yang jauh dari kata layak.
Wakil Bupati Kudus, Belinda Putri Sabrina Birton, yang turut melakukan peninjauan menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya mencarikan solusi hunian permanen bagi keluarga Sutinah.
Menurutnya, Pemkab Kudus telah menjalin komunikasi dengan pihak swasta untuk membantu pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).
“Kami kemarin telah berkomunikasi dengan Djarum. Kalau bisa secepatnya, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memperbarui data sosial masyarakat, sehingga penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, Sutinah mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah terhadap kondisi keluarganya.
“Desak-desakan, tapi ya mau bagaimana lagi, keadaannya sudah begitu,” ujarnya.
Ia berharap, dengan berbagai bantuan dan rencana pembangunan rumah layak huni, kondisi keluarganya dapat terus membaik ke depan.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid






























