PATI, Lingkarjateng.id – Sektor pertanian ketela menjadi yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Pati bagian utara saat ini tengah murung. Pasalnya, ketela hanya dihargai Rp1 ribu hingga Rp2 ribu per kilogramnya.
Menanggapi masalah tersebut, Komisi B DPRD Pati telah bertemu dengan Kementerian Pertanian untuk membantu petani ketela.
“Kalau harga ketela memang beberapa waktu lalu sempat jatuh. Tapi saat ini sudah cukup baik. Jadi memang harapannya ada campur tangan pemerintah untuk menstabilkan harga,” kata Ketua Komisi B Muslihan, Selasa 5 Mei 2026.
Muslihan juga mendesak agar Kementan bisa mempertimbangkan pemberian subsidi pupuk untuk petani ketela.
Dia menilai ketela pohon menjadi salah satu tanaman pangan pengganti beras. Sehingga perhatian pemerintah diperlukan dalam menjaga swasembada pangan nasional.
“Tanpa regulasi atau intervensi pasar yang tepat, petani akan terus menjadi pihak yang paling terdampak saat harga anjlok. Kami juga telah mendorong agar ada pemberian subsidi pupuk,” imbuhnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Sekar

































