REMBANG, Lingkarjateng.id – Tingginya minat masyarakat terhadap program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang memaksa adanya seleksi ketat bagi calon peserta. Hampir seluruh bidang pelatihan diserbu pendaftar dari berbagai kecamatan.
Kepala Dinperinaker Rembang, Fery Sumardi, mengatakan antusiasme warga terlihat dari banyaknya pendaftar di setiap program yang dibuka. Namun, keterbatasan kuota membuat tidak semua pendaftar dapat diterima.
“Hampir semua bidang diminati. Karena kuotanya terbatas, kita lakukan seleksi untuk tiap keahlian,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, program pelatihan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Adapun bidang pelatihan yang tersedia meliputi komputer, pengelasan, servis sepeda motor, menjahit, tata boga, hingga servis AC.
Untuk menjaga efektivitas pembelajaran, setiap kelas dibatasi maksimal 16 peserta. Dengan jumlah tersebut, instruktur dapat memberikan pendampingan secara optimal kepada setiap peserta.
“Pelatihan ini menggunakan dana APBN, jadi pelaksanaannya sesuai aturan yang ada,” tambahnya.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali kemampuan komunikasi dan manajemen sebagai penunjang kesiapan memasuki dunia kerja.
Salah satu peserta pelatihan komputer, Naili Hidayah, warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, mengaku mendapatkan banyak manfaat setelah mengikuti pelatihan selama tiga minggu.
“Dengan adanya BLK ini sangat membantu kami. Dari yang sebelumnya tidak tahu operasional komputer menjadi tahu. Kami belajar Microsoft Office setiap hari dari pagi sampai siang,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Hellena Aulia Fitra, peserta pelatihan otomotif asal Kecamatan Sumber. Ia mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus memperdalam minatnya di bidang otomotif.
“Pelatihannya bagus, menambah wawasan dan pengalaman. Saya belajar bongkar-pasang mesin, memang sudah tertarik sejak SMA,” katanya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar





























