Kab. Semarang (lingkarjateng.id) – Dalam upaya menjaga lingkungan hidup sekaligus mewujudkan eco green, ratusan siswa dan siswi di Mts Aswaja di Tengaran, Kabupaten Semarang mendaur ulang sampah menjadi karya bernilai guna dan bernilai ekonomis.
Kepala MTs Aswaja Tengaran, Hafid Zaen Akhmad mengatakan program berbasis kepedulian lingkungan ini, siswa di MTs Aswaja, Tengaran tidak hanya belajar teori saja. Namun mereka diajak mempraktikan langsung hidup ramah lingkungan dalam keseharian di sekolah.
“Siswa diajak memanfaatkan limbah plastik seperti galon air minum, dan bahan bekas lainnya untuk dijadikan pot tanaman berbagai bentuk jenis hewan, mulai dari gajah, angsa, sapi, dan lainnya,” kata Zaen.
Tidak hanya itu saja, siswa juga memanfaatkan galon bekas air minum sebagai akuarium ikan hias yang memiliki nilai fungsional serta ekonomis, dan juga mengolah sampah organik menjadi pupuk organik berjenis kompos melalui konsep biopori.
“Karya anak-anak kami ini tidak hanya memiliki nilai estetika saja, tapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap pengurangan sampah serta pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak terpakai,” ungkapnya, Sabtu (2/5).
“Selain itu ini juga menjadi bagian penerapan sustainable living, yaitu gaya hidup yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan untuk masa depan,” imbuh Zaen.

Menurut Zaen, kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi konsep eco green itu, nyatanya mampu mengurangi limbah dan menjaga kelestarian lingkungan di lingkungan sekolah. Serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi siswa.
“Dan lebih dari itu, kegiatan ini juga mengandung nilai eco teologi yang menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tanggung jawab moral dan spiritual manusia. Siswa diajak berwirausaha melalui barang-barang bekas yang memiliki nilai ekonomis,” jelasnya.
“Riset yang kami lakukan tidak lama, butuh waktu satu hingga dua minggu hingga akhirnya galon-galon bekas itu bisa menjadi pot tanaman yang kami isi dengan tanaman hias, obat-obatan herbal, hingga sayuran, dan bisa menjadi akuarium untuk budidaya ikan gupi,” bebernya.
Disisi lain, Camat Tengaran, Sri Sulistyorini mengapresiasi dan sangat mendukung proses belajar kreativitas yang dilakukan pihak sekolah. Khususnya pada pengelolaan limbah sampah untuk menjadi barang-barang bernilai ekonomis.
“Apalagi kegiatan ini dikaitkan dengan eco teologi dan dan sustainable living yang fokus setiap orang untuk menghargai lingkungan, alam, dan utamanya pengolahan sampah di sekolah MTs Aswaja ini sudah dilaksanakan pengolahan pisah sampah untuk kembali berfungsi,” ucapnya.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian
































