REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memprioritaskan penghafal atau hafidz al-qur’an dalam penerimaan beasiswa program Satu Desa Satu Sarjana.
“Ini saya harapkan sekali ada yang hamilul quran. Hamilul quran tidak usah dites, langsung kita beri. Jurusannya bebas, mau kuliah di mana saja monggo, nanti ada jalur khusus,” kata Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, Jumat, 10 April 2026.
Ia menyebut kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap generasi muda yang memiliki capaian di bidang keagamaan.
Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan di tingkat provinsi yang telah lebih dahulu memberikan kesempatan bagi para hafidz untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Pemprov saja bisa, masa kita enggak bisa. Sebenarnya kemarin juga ada hamilul Quran dari Pemprov. Pemprov juga ada, kita juga punya. Tapi kita pakainya ini. Ini saya bocorkan saja kalau hamil Quran kita ada di prioritas top, ada di paling atas,” pungkasnya.
Diketahui, Pemkab Rembang telah menetapkan 11 desa sebagai sasaran program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana.
Penentuan tersebut didasarkan pada data Dinas Sosial yang menunjukkan masih rendahnya jumlah lulusan sarjana di desa-desa tersebut.
Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat di wilayah dengan keterbatasan lulusan sarjana.
Pemkab Rembang berharap kebijakan ini dapat mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di seluruh desa di Kabupaten Rembang.
Meski menyasar desa tertentu, proses seleksi penerima beasiswa tetap dilakukan secara ketat.
Setiap calon penerima diwajibkan memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah diatur dalam Peraturan Bupati, mengacu pada skema beasiswa yang sudah berjalan sebelumnya. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Juranis: Vicky Rio
Editor: Rosyid






























