REMBANG, Lingkarkateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai mengintensifkan upaya menghidupkan kembali Pasar Kreatif Lasem yang selama ini belum berfungsi optimal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Food Festival 2026 di kawasan Pasar Kreatif Lasem selama dua hari, Sabtu-Minggu, 30-31 Mei 2026.
Festival tersebut menghadirkan sekitar 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lomba menu kuliner khas Rembang dan Lasem, serta beragam produk unggulan lokal yang menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke kawasan pasar.
Bupati Rembang, Harno, mengatakan pemilihan Pasar Kreatif Lasem sebagai lokasi penyelenggaraan festival merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali keberadaan pasar tersebut kepada masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di dalamnya.
“Food Festival 2026 ini diadakan di Pasar Kreatif Lasem dengan tujuan mengenang dan mengenalkan kembali pasar-pasar kreatif yang ada di Lasem. Karena Lasem memiliki banyak potensi, terutama batik dan kulinernya,” ujar Harno.
Menurutnya, fasilitas pasar yang telah dilengkapi bangunan dan deretan ruko perlu didukung dengan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.
“Di depan kita ini sudah dibangun ruko-ruko yang sangat bagus, cuma masih kurang sentuhan kita bersama. Toko-toko yang sudah disediakan mari kita rawat dan kita tempati bersama-sama agar UMKM bisa lebih maju,” katanya.
Harno menegaskan bahwa pengembangan Pasar Kreatif Lasem membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik masyarakat, pedagang maupun pemerintah daerah.
“Saya ingin masyarakat Lasem bersama-sama memikirkan pasar kreatif ini. Antara pedagang dan masyarakat bisa bersinergi memanfaatkan tempat tersebut. Ini menjadi PR kita bersama, khususnya dinas terkait,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keberadaan Pasar Kreatif Lasem dan mendorong kawasan tersebut berkembang menjadi pusat ekonomi baru di wilayah setempat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, menyebut Food Festival 2026 menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Kreatif Lasem.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Food Festival di Pasar Kreatif. Ini sekaligus untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan yang dapat memicu pergerakan ekonomi di Pasar Kreatif,” ujarnya.
Mahfudz mengatakan pihaknya baru melakukan kaji banding ke Pasar Parahyangan yang dinilai berhasil menggabungkan konsep pasar modern dengan produk tradisional, khususnya sektor kuliner.
“Kita melihat di sana pasarnya modern, tetapi yang dijual produk tradisional. Termasuk kuliner yang di mana pun selalu mampu menghadirkan kunjungan masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Rembang berencana mengembangkan Pasar Kreatif Lasem sebagai destinasi kuliner yang dipadukan dengan konsep pasar tradisional modern. Selain menjadi pusat kuliner, kawasan tersebut juga akan diarahkan sebagai ruang berkumpul masyarakat.
“Nanti kita fokus ke kulinernya. Jadi pasar kuliner ditambah dengan kegiatan pasar. Tempat nongkrong, kafe, dan pusat aktivitas masyarakat. Kita tidak lagi fokus menjual aksesoris, baju atau pakaian yang saat ini dari sisi ekonomi mengalami perlambatan,” katanya.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Rembang akan berdialog dengan pemilik kios agar lebih banyak mengembangkan usaha kuliner yang dinilai memiliki prospek pasar lebih menjanjikan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid

































