Demak (lingkarjateng.id) – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak melaporkan Stok darah menipis dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu rendahnya minat donor darah dari masyarakat, saat Ramadan hingga libur Lebaran lalu.
“Benar, menipisnya stok darah tersebut sejak beberapa hari lalu. Kurang lebih sekitar tiga hari,” ujar Manajer Kualitas UTD PMI Demak, dr. Dian Widyahandayani saat dihubungi wartawan pada Rabu (8/4).
Dian menjelaskan, sejumlah faktor menjadi penyebab stok darah di UTD PMI Demak saat ini kritis, yaitu karena menurunnya jumlah pendonor saat bulan Ramadan hingga faktor libur Lebaran.
“Faktor puasa kemarin kegiatan donor di masyarakat itu berkurang. Ditambah saat libur Lebaran, lalu libur anak sekolah karena sasaran dari SMA, SMK itu banyak. Kemudian tidak ada kegiatan donor aktif (di luar gedung PMI) selama satu bulan akhirnya ini kosong,” jelasnya.
Dian mengungkapkan, secara normal jumlah calon pendonor di Kabupaten Demak bisa mencapai lebih dari 100 orang per hari. Namun, tidak semua dapat memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.
“Di dalam gedung PMI, rata-rata ada sekitar 15 pendonor per hari, tetapi yang lolos hanya sekitar lima orang. Kemudian yang di luar gedung seperti di sekolah atau instansi, bisa mencapai 100 orang, dengan yang diterima sekitar 25 persen,” ungkapnya.
“Yang namanya kondisi satu dua hal sehingga ada yang tidak layak masuk kriteria pendonor sehat, akhirnya belum bisa donor. Misalnya dari berat badan, tekanan darahnya, atau kadar hemoglobin tidak mencapai ideal,” sambungnya.
Padahal dalam kondisi normal, UTD PMI Demak menyalurkan sekitar 300 hingga 400 kantong darah setiap bulan ke lima rumah sakit di wilayah Kabupaten Demak. Darah tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan medis, mulai dari pasien praoperasi, ibu melahirkan berisiko tinggi, hingga pasien dengan penyakit kronis.
“Di Demak ada lima rumah sakit yang kerja sama dengan UTD PMI Kabupaten Demak. Itu rata-rata dalam satu bulan kalau rumah sakit besar bisa sampai 100-200 kantong, kalau rumah sakit kecil sekitar 10-50-an. Kalau secara keseluruhan sekitar 300 sampai 400 kantong,” tutur Dian.
Untuk mengatasi kekurangan stok, PMI Demak telah melakukan berbagai upaya, seperti menggelar kegiatan donor darah di luar gedung PMI setiap hari dengan berpindah-pindah tempat, hingga gencar melaksanakan sosialisasi.
“Kita sudah mengupayakan dua tempat (donor darah) di luar gedung PMI, berpindah-pindah setiap hari. Edukasi kita sudah gencar banget ke sekolah-sekolah, ke sosial media kita bikin edukasi video-video juga sering dilakukan,” katanya.
Selain itu, PMI Demak juga melayani kerja sama pelayanan donor darah di kegiatan instansi atau lembaga. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darahnya, mengingat manfaatnya tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kesehatan pendonor.
“Donor darah dapat menjaga kesehatan tubuh, membantu deteksi dini penyakit, dan tentu saja menyelamatkan nyawa orang lain,” ujarnya.
Ia juga berharap partisipasi masyarakat dapat terus meningkat guna menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Demak.
“Masyarakat bisa mendapatkan informasi layanan donor darah melalui Instagram @utd_kabdemak atau menghubungi layanan PMI Demak di nomor WhatsApp 085227891010,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Burhan Aslam
Editor : Fian
































